KEPALA Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Brigadir Hengki Yuda Setiawan mengatakan tujuan utama pelatihan komponen cadangan (komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) adalah membekali mereka dengan ilmu-ilmu dasar pertahanan. Antara lain, kemampuan mengenali situasi yang mengancam negara dan teknik dasar mengoperasikan senjata api seperti menembak.
“Mengapa harus pakai teknik militer? Jadi, orientasinya adalah mendukung komponen utama. Sehingga ini dibekali pengetahuan senjata ringan seperti dasar-dasar menembak senjata ringan,” kata Hengky saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Komcad ASN juga akan dibekali ilmu psikologi pertahanan, berlatih baris berbaris untuk mengajarkan kedisiplinan, serta simulasi menghadapi ancaman militer maupun kondisi genting lain yang mengancam negara.
Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini mengatakan pelatihan komcad ASN akan berlangsung selama 1,5 bulan, lebih singkat dibanding pelatihan komcad pada umumnya yang dilaksanakan selama tiga bulan.
Target peserta komcad kali ini sebanyak 4.000 ASN yang berada di lingkungan kementerian dan lembaga pusat, Mereka rata-rata berusia 18-35 tahun. Pelatihan semester pertama direncanakan dimulai pada April 2026, dengan total 2.000 orang peserta yang berasal dari 49 kementerian dan lembaga negara.
Selama pelatihan, kata Hengki, peserta akan menjalani kehidupan sebagaimana rutinitas yang biasa dijalani oleh prajurit, mulai dari bangun pagi, olahraga, dan pelatihan.
Ia mengatakan pada prinsipnya pelatihan komcad ASN dilakukan untuk menularkan kebiasaan dan nilai-nilai kedisiplinan yang selama ini dimiliki oleh tentara. “Jadi, kami hanya menularkan sebuah karakter kebangsaan yang kita miliki sebagai prajurit ini. Bukan membawa nuansa mereka menjadi militer,” katanya.
Menurut Hengki, mempelajari kemampuan bela negara memang tidak harus selalu lewat pelatihan komcad. Namun, ia mengklaim sejauh ini sistem pendidikan di militer masih menjadi yang terbaik dalam mengajarkan kedisiplinan dan nilai-nilai nasionalisme.
Dengan adanya pelatihan ini, Hengki meyakini nasionalisme ASN akan meningkat. Sehingga potensi mereka untuk berbuat curang atau korupsi juga akan berkurang. Pelatihan ini, kata Hengki, juga ditujukan untuk meningkatkan sikap saling menghormati di lingkungan sipil yang mulai luntur.
“Kami tanamkan saling menghormati satu sama lain, termasuk bagaimana kita menghargai pimpinan. Setia kepada pimpinan,” kata dia.






