Hari Pers Nasional, Mensesneg: Mari Jaga Pilar Kemajuan Bangsa

Jakarta

Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari. Di hari pers ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak insan pers menjadi pilar kemajuan bangsa.

“Kami mewakili Bapak Presiden dan pemerintah mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional dengan harapan dan doa supaya pers kita terus menjadi pers yang maju, bertanggung jawab, semakin profesional, dan bersama-sama mari kita menjadi pilar kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” kata Pras kepada wartawan, di Kompleks Istana, Negara, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pras mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas informasi publik. Ia mengajak pers untuk ikut mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, serta pemberitaan yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghindarkan diri dari adanya hoaks, adanya disinformasi, adanya pemberitaan-pemberitaan yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa kita,” kata Pras.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang dinilai telah bekerja keras dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah bekerja keras luar biasa di dalam menyampaikan segala sesuatu tugas, keberhasilan, maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ujar Pras.

Tonton juga video “Mensesneg soal Isu Reshuffle: Presiden Setiap Hari Lakukan Evaluasi”

(eva/whn)

  • Related Posts

    8 Terdakwa Kasus Korupsi Minyak Mentah Divonis 4 hingga 6 Tahun Penjara

    Jakarta – Sebanyak 8 terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah divonis 4 hingga 6 tahun penjara. Hakim menyatakan para terdakwa bersalah melakukan korupsi dalam kasus tersebut. Sidang vonis…

    Hakim Ungkap Peran Ibam Sebagai Mitra Negosiasi Tunggal dengan Google

    Jakarta – Majelis hakim mengatakan honor yang diterima eks konsultan mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Ibrahim Arief alias Ibam, sebesar Rp 163 juta/bulan. Hakim menyatakan Ibam berperan sebagai mitra negosiasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *