Survei Indikator: Kepuasan Kinerja Prabowo 79,9 Persen

LEMBAGA survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil sigi teranyar perihal tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei yang dirilis pada Ahad, 8 Februari 2026, tingkat kepuasan terhadap kerja kepala negara sejauh ini mencapai 79,9 persen.

‎Angka itu terdiri dari 13 persen masyarakat yang menyatakan sangat puas dan 66,9 persen menyatakan cukup puas. Sedangkan, Indikator Politik Indonesia mencatat sebanyak 19,3 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto di tahun pertama pemerintahannya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

‎Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan approval rating yang diperoleh Prabowo lebih tinggi dibanding dua presiden sebelumnya. “Dibanding awal-awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di 2004 pasca pilpres maupun Joko Widodo pada 2014 pasca pilpres pertama, approval rating Prabowo lebih tinggi,” kata dia dalam konferensi pers daring pada Ahad, 8 Februari 2026.

‎Burhanuddin mengatakan tingginya tingkat kepuasan Prabowo tak hanya dipengaruhi oleh modal elektoral yang didapat dari basis pendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Menurut dia, faktor dukungan dari mantan presiden Jokowi juga berpengaruh pada tingkat kepuasan kepala negara.

‎Selain itu, Burhanuddin merinci berdasarkan hasil survei yang menjadi faktor paling tinggi Prabowo memperoleh tingkat kepuasan masyarakat lantaran kinerja pemerintahannya dalam memberantas korupsi. Kemudian, faktor Prabowo kerap memberikan bantuan ke masyarakat, tegas, berwibawa, berani, memiliki program makan bergizi gratis, hingga meningkatnya aspek keamanan dinilai turut berpengaruh terhadap kepuasan ke presiden.

‎Sementara, alasan masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Prabowo disebabkan oleh penyaluran bantuan yang tidak merata atau tidak tepat sasaran, ekonomi memburuk, rakyat susah mendapat lapangan pekerjaan, hingga harga kebutuhan pokok yang masih mahal. Dalam survei yang sama, sebanyak 45,3 persen responden menyatakan harga kebutuhan pokok di era pemerintahan Prabowo dianggap jauh lebih mahal dibandingkan periode-periode sebelumnya. 

‎Adapun pengambilan data untuk survei ini dilakukan pada 15 hingga 21 Januari 2026. Jumlah sampel yang dipakai dalam sigi ini sebanyak 1.220 orang yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum atau mereka yang sudah berumur minimal 17 tahun dari seluruh provinsi di Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random, dengan tingkat toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang terpilih diwawancarai melalui tatap muka.

  • Related Posts

    Andre Rosiade Minta 'Tuan Takur' di Pasar Raya Padang Setop Palak Pedagang

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang diduga menjadi ‘tuan takur’ atau pelaku premanisme yang melakukan pemalakan terhadap pedagang di kawasan…

    Pengelolaan KSO Sawit Kembali Picu Bentrok di Rohul, 1 Orang Tewas

    Rokan Hulu – Bentrokan dipicu pengelolaan lahan sawit skema kerja sama operasi (KSO) kembali terjadi. Kali ini, bentrokan yang terjadi di lahan eks PT BS, Dusun IV Rintis, Desa Bontang,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *