Nusron Wahid Menghadap Prabowo, Lapor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Jakarta

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Nusron melaporkan mengenai langkah-langkah mengatasi kurangnya lahan sawah secara nasional.

Nusron menjelaskan alih fungsi lahan sawah marak selama 2019-2024. Lahan-lahan sawah dialihfungsikan menjadi kawasan industri hingga perumahan sehingga perlu dikendalikan.

“Kami melaporkan tentang pengendalian alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Yang tahun 2019 sampai tahun 2024, sawah-sawah di Indonesia itu hilang. Berubah menjadi kawasan industri, maupun berubah menjadi perumahan, sekitar 554 ribu hektar,” kata Nusron di Istana, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nusron melanjutkan, pengendalian alih fungsi lahan dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan di era Prabowo. Dia mengaku telah mendapat arahan dari Prabowo untuk mengatasi darurat lahan sawah.

“Sementara, pada satu sisi Bapak Presiden mempunyai Asta Cita yang sangat besar, yaitu ingin swasembada pangan. Karena itu, dalam pembicaraan dengan beliau tadi, kami melaporkan kami sudah mengambil langkah-langkah yang harus kami konsultasikan sama Pak Presiden, dan Alhamdulillah Bapak Presiden merestui,” ujarnya.

Nusron menjelaskan syarat jumlah lahan sawah yang tidak boleh dialihfungsikan atau Lahan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) harus sebesar 87% dari total lahan sawah yang ada di suatu wilayah atau Lahan Baku Sawah (LBS). Syarat ini mengacu pada Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2025-2030.

“Nah faktanya, di dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)-nya Provinsi maupun RTRW-nya Kabupaten/Kota, itu faktanya hari ini untuk RTRW Provinsi, LP2B-nya itu baru 67,8 persen. Belum nyampe 87 persen. Malah kalau kita mengacu RTRW Kabupaten, hanya 41 persen,” kata Nusron.

Nusron menyebutkan, di tingkat provinsi, jumlah LP2B belum mencapai 87%. Di tingkat kabupaten/kota, kata dia, hanya sebesar 41%.

“Maka ini kami mengatakan untuk kepentingan ketahanan pangan, kita sudah darurat RTRW. Karena perlu melakukan segera revisi RTRW,” ujar Nusron.

Simak juga Video: Ara Minta Pengembang Tak Pakai Lahan Sawah untuk Perumahan

(fca/eva)

  • Related Posts

    Banjir Rendam 18 RT di Jakarta, Ketinggian Air Capai 150 Cm

    Jakarta – Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Total ada 18 RT yang tergenang air saat ini. BPBD DKI Jakarta mencatat, Kamis (29/1/2026), per pukul 04.00 WIB,…

    Gempa M 4,3 Guncang Tahuna-Kepulauan Sangihe Sulut

    Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,3 terjadi di Kota Thuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa berpusat di laut. BMKG melaporkan gempa terjadi Kamis (29/1/2026), pukul 02.45 WIB. Gempa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *