TIM pencarian dan penyelamatan gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban longsor yang melanda Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Rabu, 28 Januari 2026. Penghentian sementara pencarian korban longsor disebabkan cuaca buruk.
Kepala Kantor SAR wilayah Bandung Ade Dian menjelaskan hujan yang disertai angin kencang menyebabkan kondisi tanah di sekitar lokasi labil. Hal itu, menurut dia, berpotensi memicu bencana longsor susulan.
Dia khawatir akan keselamatan tim gabungan bila pencarian tetap dilanjutkan dalam kondisi tanah dan cuaca tersebut. “Pencarian tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Keselamatan personel menjadi prioritas,” kata Ade dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 28 Januari 2026.
Selain itu, dia mengatakan material lumpur tebal di lokasi membuat personel kesulitan mengevakuasi korban. Menurut dia, di sekitar lokasi longsor Cisarua masih terdapat korban yang tertimbun material.
Ade menyatakan pencarian korban longsor Cisarua bakal dilanjutkan setelah cuaca membaik. Adapun pemerintah daerah setempat mengusulkan pencarian korban dilakukan selama dua minggu, dengan evaluasi pada hari ketujuh.
“Kami mengikuti ketentuan tersebut. Nanti dievaluasi apakah perlu perpanjangan atau tidak, tergantung hasil pencarian,” ucapnya.
Tanah longsor melanda Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat mulai Jumat, 23 Januari 2026.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan hingga hari keempat operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan telah menemukan 47 kantong jenazah.
“Per hari ini jam 17.30 bahwa body bag yang kita temukan dari tim SAR gabungan jumlah ada 47 body bag dan ini sudah kita serah terimakan,” kata Syafii, Selasa.






