Sederet Fakta Sari Gantikan Adies Kadir Jadi Wakil Ketua DPR

‎DEWAN Perwakilan Rakyat menerima surat dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar ihwal penugasan terhadap Sari Yuliati untuk menggantikan Adies Kadir di posisi Wakil Ketua DPR. Adies sebelumnya diberhentikan lantaran dicalonkan sebagai hakim konstitusi menggantikan Arief Hidayat oleh DPR.

Pilihan editor: Apa Manfaat Indonesia Bergabung Dewan Perdamaian Trump

‎Penetapan pergantian itu dilakukan dalam sidang paripurna yang digelar DPR pada Selasa, 27 Januari 2026. Wakil Ketua DPR yang memimpin sidang, Saan Mustopa lebih dulu menetapkan pengunduran diri Adies Kadir dari jabatan wakil ketua. Saan berujar proses ini telah dilakukan sesuai ketentuan Pasal 39 Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib yang mengatur tata cara pemberhentian pimpinan lembaga legislatif.

‎Saan menanyakan ke anggota dewan yang hadir untuk meminta persetujuan atas penetapan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR. “Apakah dapat disetujui?” kata Saan, yang disambut dengan ucapan persetujuan dari anggota dewan. Saan kemudian mengetuk palu persidangan tanda pengesahan.

‎Berikut Tempo merangkum beberapa fakta ihwal pergantian Adies Kadir ke Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR.

‎Sari Yuliati Isi Posisi Wakil Bidang Ekonomi dan Keuangan

‎Di pucuk pimpinan DPR, Sari Yuliati akan bertugas sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan. Bendahara Umum Partai Golkar itu akan mengemban tugas tersebut di sisa waktu periode DPR 2024-2029.

‎Adapun ada empat bidang yang melekat dalam penugasan masing-masing wakil ketua. Sufmi Dasco Ahmad, politikus Partai Gerindra ditugaskan untuk mengurasi bidang politik dan keamanan. Kemudian Cucun Ahmad Syamsurijal, politikus Partai Kebangkitan Bangsa, bertugas mengurasi bidang kesejahteraan rakyat atau kesra.

‎Sedangkan Saan Mustopa, politikus Partai NasDem ditugaskan mengurusi bidang industri dan pembangunan. Keempat bidang wakil ketua itu dipimpin oleh satu orang ketua umum yang dijabat politikus PDIP Puan Maharani.

Pengganti Sari Yuliati di Komisi Hukum Menunggu Keputusan Fraksi Golkar

‎Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan pengganti Sari Yuliati di Komisi III DPR menunggu keputusan Fraksi Partai Golkar. Adapun sebelum ditugaskan ke wakil ketua, Sari yang merupakan politikus Partai Golkar menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.

‎”Terkait dengan pergantian pimpinan Komisi III DPR, tentu menunggu surat dari fraksi. Nanti siapa yang dikirim namanya untuk menggantikan Sari (di Komisi III),” kata Saan pada Selasa, 27 Januari 2026.

‎Karier Politik Sari Yuliati

‎Sebelum berkiprah sebagai politikus, Sari Yuliati mengenyam pendidikan tinggi di jurusan teknik sipil. Gelar sarjana ia dapat dari hasil pendidikan di Universitas Trisakti pada 2002. Sari menyelesaikan pendidikannya ke jenjang magister dengan jurusan teknik sipil pada 2004 di Universitas Indonesia.

‎Usai merengkuh gelar magister, perempuan kelahiran Jakarta pada 2 Juni 1976 ini meniti kariernya di dunia politik. Pijakan awalnya di dunia politik dimulai ketika menjadi anggota Angkatan Muda Golkar pada 2004. 

‎Selama berkiprah di Partai Golkar, Sari Yuliati pernah menduduki sejumlah jabatan seperti Bendahara Angkatan Muda Golkar, Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar, hingga menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Adapun saat ini Sari Yuliati masuk dalam jajaran elite di partai pimpinan Bahlil Lahadalia. Ia dipercaya menjadi Bendahara Umum Partai Golkar.

‎Sementara kariernya sebagai legislator sudah dilakukan selama dua periode. Sari Yuliati masuk ke Senayan sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat pada 2019-2024 dan 2024-2029.

‎Harta Kekayaan Sari Yuliati Mencapai Rp 55,6 Miliar 

‎Berdasarkan penelusuran di laman  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi, Sari terakhir kali memperbaharui jumlah kekayaannya pada 15 Juli 2024. Dalam laporan itu, kekayaan Sari tercatat sebanyak Rp 55.661.774.154 atau Rp 55,6 miliar. Angka tersebut turun dari total harta yang dilaporkan pada 2022 yang mencapai Rp 61 miliar. 

‎Rinciannya, Sari memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan senilai Rp 47 miliar yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor. Selain itu, Sari tercatat memiliki dua mobil mewah yaitu Mercedes Benz GLE250D 2016 dan Fortuner 4VRZ 2019. Masing-masing kendaraan ini diklaim dihasikan sendiri dengan harga Rp 300 miliar. 

‎Kekayaan lainnya, Sari memiliki kas dan setara kas Rp 7,7 miliar,  dan harta lainnya tanpa keterangan Rp 56 miliar. Dalam LHKPN tersebut, Sari melaporkan tidak memiliki harta bergerak dan surat berharga. Namun ia tercatat mempunyai utang senilai Rp 576 juta saja.


‎Dian Rahma dan Dede Leni berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Menkes: Hasil CKG Anak Terbanyak Masalah Gigi dan Hipertensi

  • Related Posts

    Kursi Wakil Menteri Keuangan Kosong Picu Isu Reshuffle

    DIREKTUR Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menyatakan, kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) seusai Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi pintu masuk reshuffle ke kementerian lain. Menurut Arifki,…

    Tim SAR Lanjut Cari Korban Longsor Cisarua di Tengah Kabut Tebal

    Bandung Barat – Tim SAR kembali melanjutkan pencarian korban longsor Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pencarian dilakukan di tengah kabut tebal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *