Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto tahun lalu menolak untuk menjadi pembicara kunci di World Economic Forum (WEF) atau Forum Ekonomi Dunia. Prabowo menolak hadir di forum dunia itu karena tak mau memberikan kata-kata manis.
Prabowo pada Forum Ekonomi Dunia 2026 menjadi salah satu pembicara kunci yang digelar di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam pemaparannya, Prabowo mengatakan Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan berbasis bukti nyata.
“Indonesia hari ini menawarkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan stabilitas. Kami mungkin sangat rendah hati, kami mungkin berada di bawah radar, kami tidak suka pamer atau menyombongkan diri. Kami percaya pada bukti, tindakan berbasis bukti,” kata Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo kemudian cerita pada Forum Ekonomi Dunia 2025 diundang hadir tapi menolak. Alasannya, jika Prabowo datang hanya akan memberikan kata-kata manis karena baru dua bulan menjalankan pemerintahan.
“Bahkan sebenarnya saya diundang untuk berbicara tahun lalu di sini dan saya menolak. Mengapa? Karena seandainya saya datang tahun lalu, saya baru akan memimpin pemerintahan saya selama dua bulan. Jadi apa yang bisa saya katakan? Saya hanya akan bisa bicara, memberi kata-kata manis belaka,” ujarnya.
Pada Forum Ekonomi Dunia 2026 kemudian hadir karena Indonesia sudah melakukan pencapaian yang luar biasa menurut Prabowo. Mantan Menteri Pertahanan itu mencontohkan capaian reformasi birokrasi dan menghapus aturan bermasalah.
“Hari ini saya berdiri di hadapan Anda dengan penuh keyakinan, dengan rasa bangga atas pencapaian kami. Dalam satu tahun kami telah mencapai perolehan yang luar biasa, reformasi yang luar biasa. Kami telah menghapuskan ratusan peraturan yang tidak masuk akal. Peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan peraturan telah kami hapuskan dalam satu tahun,” imbuhnya.
(rfs/dek)





