Black Box Pesawat ATR Dibawa ke Jakarta untuk Unduh Data

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah dikirim ke kantor perekam penerbangan KNKT di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026. Black box ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak lalu jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Ketua Soerjanto Tjahjono mengatakan KNKT menerima black box dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Rabu, 21 Januari 2026 di Makassar. Black box tersebut berisi flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

FDR merupakan alat yang merekam data penerbangan, sedangkan CVR merekam suara percakapan di ruang kemudi pesawat udara. “Kini kedua alat perekam tersebut dibawa ke fasilitas alat perekam penerbangan KNKT di Jakarta untuk proses pengunduhan dan analisis data,” kata Soerjanto melalui keterangan resmi pada Kamis, 22 Januari 2026. 

Identifikasi dan analisis terhadap black box dilakukan guna mengetahui kronologi hilangnya kontak pesawat. Menurut Soerjanto, konten dalam alat perekam itu nantinya akan melengkapi beberapa temuan lain. Adapun sebelumnya, KNKT telah mengirimkan dua investigator untuk mengumpulkan data dan informasi dari penyelenggara navigasi penerbangan, operator pesawat udara, serta para pendaki yang berada di sekitar lokasi kejadian pada saat kecelakaan terjadi.

Soerjanto menyatakan KNKT akan melaporkan hasil investigasi tersebut paling lambat 30 hari setelah tanggal kejadian. Laporan tersebut, kata dia, akan memuat data dan informasi yang berhasil diperoleh selama fase awal investigasi dan analisis maupun kesimpulan. “Laporan awal investigasi akan dipublikasikan melalui laman resmi KNKT dan dikirimkan kepada pihak-pihak terkait,” katanya.

Soerjanto menegaskan investigasi ini dilakukan murni untuk mencari penyebab kecelakaan dan merekomendasikan tindakan keselamatan. “Investigasi yang dilakukan KNKT sepenuhnya bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan, tanpa mencari kesalahan ataupun pertanggungjawaban pihak manapun,” kata dia. 

Asisten Operasi Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi mengatakan black box ditemukan di sekitar Gunung Bulusaraung sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu, 21 Januari 2026. Ketika ditemukan kotak tersebut saat masih menempel pada pecahan bagian ekor pesawat. Tim kemudian melepaskan perangkat tersebut dari badan pesawat sebelum dievakuasi.

Adapun pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin. Pesawat itu kemudian ditemukan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Ketika hilang kontak, terdapat 10 orang yang berada dalam pesawat. Mereka terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga pegawai saat itu tengah menjalankan tugas pengawasan di wilayah perairan Makassar.  

Dari jumlah itu, sebanyak 8 korban telah berhasil ditemukan. Sementara sisanya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

  • Related Posts

    BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sampai Malam

    BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jakarta akan diguyur hujan sedang hingga lebat sampai pukul 19.00 WIB, Kamis, 22 Januari 2026. Prediksi itu disampaikan Badan Penanggulangan…

    Jakarta dan Sekitarnya Dilanda Banjir, Istana Minta Maaf

    ISTANA Kepresidenan meminta maaf setelah Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta hingga badan penanggulangan bencana untuk mengatasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *