BADAN Nasional Penanggulangan Bencana melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi bencana banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah daerah itu dilanda banjir.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan secara umum BNPB telah menggelar OMC di wilayah Jawa Barat sejak 13-17 Januari 2026. Abdul mengatakan OMC dilanjutkan 20-25 Januari 2026 setelah melihat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Sudah dilakukan OMC. Jawa Barat secara umum, dan Bekasi Raya hingga Karawang secara khusus,” kata Abdul Muhari saat dihubungi pada Selasa, 20 Januari 2026.
Abdul menuturkan pertimbangan OMC di Jawa Barat berdasarkan faktor cuaca skala global, yakni fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif. ENSO merupakan anomali pada suhu permukaan laut di Samudera Pasifik di pantai barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya.
Abdul mengatakan kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Pada skala regional, teridentifikasi adanya pertemuan angin (konfluensi) di wilayah Jawa Barat, yang berperan dalam meningkatkan akumulasi massa udara dan memperkuat proses pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut.
Pada skala lokal, kondisi kelembapan udara di wilayah Jakarta dan Jawa Barat secara umum tergolong tinggi, terutama pada pagi hingga malam hari, dengan nilai kelembapan relatif berkisar antara 60–100 persen pada lapisan 925–500 hektopascal (hPa).
Di wilayah target OMC terpantau potensi konvektif kategori sedang hingga tinggi, disertai dengan labilitas atmosfer yang menunjukkan massa udara cenderung labil sedang hingga kuat, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Secara umum, kondisi tersebut mengindikasikan potensi hujan
dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat pada periode pagi hingga dini hari, serta di sebagian wilayah Jakarta pada tengah malam hingga dini hari,” ujar Abdul.
Abdul mengatakan pesawat Cessna Grand Caravan 208B PK-JVH telah melakukan total 20 sortie penerbangan sejak 13-17 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan perairan Banten. Total 15.000 kilogram NaCl dan 5.000 CaO disemai dalam periode tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi memohon dukungan OMC kepada BNPB untuk menghadapi cuaca di daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Permintaan itu menyusul banjir yang berdampak kepada 14.855 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bekasi.
“Pemkab Bekasi memohon dukungan OMC mengingat BNPB telah melaksanakan OMC sejak 12 Januari 2026 di wilayah Banten, Tangerang, dan Jawa Barat,” kata Humas BPBD Kabupaten Bekasi dikutip dari siaran resmi yang disiarkan di akun instagram BPBD Kabupaten Bekasi @bpbd_kabbekasi pada Senin, 19 Juni 2026.
Pemerintah daerah akan mengoptimalisasi fungsi normalisasi sungai. Selain itu, pemda berencana merelokasi warga melalui pembangunan rusunawa. Pemda juga berencana mengalihkan garis sempadan sungai (GSS) dan jalan menjadi taman.
Menghadapi banjir, BPBD Kabupaten Bekasi menyiagakan total 70 unit perahu untuk menunjang mobilisasi lapangan. Pemkab Bekasi akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian dan pendampingan kesehatan.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Penjelasan Basarnas Soal Langkah Kaki Korban Pesawat ATR






