Alasan Transformasi Gerakan Rakyat Jadi Partai Politik

PERKUMPULAN Gerakan Rakyat mendeklarasikan transformasi untuk menjadi partai politik dalam penutupan acara rapat kerja nasional I di Hotel Arya Duta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad, 18 Januari 2026.

Juru bicara Partai Gerakan Rakyat, Angga Putra Fidrian, mengatakan keputusan transformasi tersebut didasari hasil musyawarah mufakat yang dihelat melalui mekanisme e-voting kepada anggota di seluruh Indonesia. “Hasilnya, mayoritas menyepakati Gerakan Rakyat menjadi partai politik,” kata Angga dalam konferensi pers di Hotel Arya Duta, Ahad, 18 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan menuturkan hasil e-voting yang disampaikan kepada semua anggota dengan pertanyaan “Apakah setuju Gerakan Rakyat menjadi partai politik” memperoleh respons positif. Dia mengatakan hasil e-voting itu menunjukkan 403 atau 98 persen pengurus wilayah menyetujui rekomendasi dari lingkup eksternal dan internal untuk menjadikan Gerakan Rakyat sebagai partai politik.

“Karena itu, rekomendasi menugaskan ketua umum terpilih untuk segera membentuk dan melengkapi struktur sesuai dengan visi, misi, dan karakter Gerakan Rakyat,” ujar Ridwan saat membacakan hasil sidang pleno.

Ketua Dewan Pakar Gerakan Rakyat Sulfikar Amir yang membacakan rekomendasi eksternal mengatakan, secara ontologis, dibentuknya Gerakan Rakyat tidak ditujukan untuk menjadi partai politik. “Namun karena republik ini membutuhkan satu partai baru yang segar, bersih, dan membawa gagasan bagi Indonesia masa depan,” katanya.

Sebelumnya, Muhammad Ridwan mengatakan pengambilan keputusan sidang pleno memutuskan dan menetapkan beberapa poin. Pertama, Gerakan Rakyat yakin tujuan utama dibentuknya NKRI adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban. 

Dia mengatakan keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter Panca Dharma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, kersa kesatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan.

Ridwan melanjutkan, perkumpulan Gerakan Rakyat juga menyadari bahwa terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat sepenuhnya memerlukan perjuangan yang terorganisasi serta berkelanjutan di ranah politik.

“Dengan perlindungan Tuhan yang mahakuasa dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai dengan nama Partai Gerakan Rakyat,” kata Ridwan di Jakarta Pusat, Ahad, 18 Januari 2026.

Kemudian keputusan hasil pleno juga menetapkan Ketua DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. “Setuju?” tanya Ridwan kepada peserta rakernas yang ditimpali teriakan “Setuju” oleh para peserta.

  • Related Posts

    Mahasiswa UI Belum Dapat Perlindungan Setelah Diteror

    SALAH satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Jordan Vito mengaku belum mendapatkan perlindungan apa pun dari kampus usai mendapat teror dan doxing. Ia mengungkapkan mendapatkan teror berupa pengiriman paket berisi kain kafan…

    BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Besok

    Jakarta – BMKG memprediksi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) diguyur hujan besok (19/1). Rata-rata hujan turun dengan intensitas ringan. Dilansir website BMKG, Minggu (18/1/2026), seluruh wilayah di DKI…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *