Jakarta –
Farhan Gunawan menjadi first officer (FO) atau co-pilot pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang diduga menabrak lereng gunung dan jatuh di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel). Farhan memulai karier sebagai FO sejak Desember 2023.
Dilansir detikSulsel, Minggu (18/1/2026), berdasarkan data manifest pesawat yang dilaporkan Basarnas Makassar, tercatat ada 7 kru pesawat dan 3 penumpang dalam pesawat tersebut. Salah satunya adalah Farhan Gunawan, alumni SMA Athirah 1 Makassar yang merupakan second in command (SIC) First Officer (FO) alias pilot junior.
Farhan Gunawan memulai karier di dunia dirgantara sebagai FO di PT Indonesia Air Transport (IAT) sejak Desember 2023. Sebagai co-pilot ATR 42-500, Farhan bertugas mendampingi kapten pesawat dalam pengoperasian penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Athirah Makassar, ia melanjutkan pendidikan penerbangan di sekolah aviasi di Indonesia. Farhan menempuh Private Pilot License (PPL) di Deraya Flying School pada Juli 2018 hingga Mei 2019.
Setelah itu, ia kembali mengikuti pendidikan Commercial Pilot License (CPL) yang dilengkapi dengan Instrument Rating (IR) dan Multi Engine Rating (MER) di Indonesia Civil Pilot Academy pada Desember 2019 hingga Oktober 2020. Dengan bekal lisensi tersebut, ia resmi menjadi pilot profesional yang berhak menerbangkan pesawat secara komersial.
Untuk memperkuat kompetensi dan persiapan menuju dunia penerbangan maskapai, Farhan juga mengikuti ATPL Ground School di Bali International Flight Academy pada Januari hingga Maret 2021.
Diketahui pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT mulanya dinyatakan hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1) siang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat itu menabrak lereng Gunung Bulusaraung setelah dilaporkan hilang kontak.
Baca selengkapnya di sini
(lir/imk)






