SALAH satu puing pesawat ATR 42-500 tampak berserakan di lereng Puncak Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Potongan badan pesawat dengan rangka aluminium berwarna hijau pucat terlihat terlipat dan robek, sebagian tertanam di tanah berlumpur dan rerumputan pegunungan yang basah.
Dalam foto yang diterima Tempo, nampak bagian struktur badan pesawat tampak terbuka, memperlihatkan rangka dalam dan lapisan logam yang terkelupas. Sejumlah panel dan komponen pesawat terlihat terpisah, sebagian mengalami gosong dan deformasi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Foto lainnya terlihat serpihan berwarna putih tersebar di dekat serpihan besar tadi. Selain itu, ada kaos yang tercecer berwarna coklat berlogo Burung Garuda. Pada salah satu video, tampak sejumlah personel TNI dan Basarnas di lokasi puing.
Foto yang diambil dari lokasi kejadian mencatat titik koordinat di ketinggian sekitar 1.389 meter di atas permukaan laut. Kabut tebal menyelimuti kawasan puncak, membatasi jarak pandang dan memperlihatkan kondisi cuaca yang lembap saat puing ditemukan.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan menyatakan bagian besar pesawat telah dilaporkan oleh kru udara. Tim SAR (search and rescue) melakukan pengawasan sejak pukul 06.47 WITA dengan pesawat AI-7301 (Boeing 737-200) take off dari Lanud Hasanuddin.
“Sudah terlihat, sudah terlihat badan pesawat beserta ekornya,” ujarnya dalam keterangan video resmi yang diterima Tempo, Ahad, 18 Januari 2026.
Helikopter H-2213 (H225M Caracal) menyusul pukul 07.07 WITA. AI-7301 pertama kali melaporkan indikasi serpihan pesawat berwarna putih di atas bukit Bulusaraung pada pukul 07.26 WITA. H-2213 bergerak menuju lokasi tersebut dan melaporkan serpihan pesawat di utara puncak Bulusaraung sekitar pukul 07.35 WITA.
Lokasi penemuan berada di lereng selatan puncak, dengan posisi badan pesawat di sebelah utara puncak Bulusaraung. Tim SAR darat masih menyiapkan akses menuju lokasi karena medan yang terjal dan kondisi berkabut yang menyulitkan evakuasi.






