TPNPB-OPM Klaim Tembak Pesawat Hercules di Yahukimo

TPNPB-OPM melarang adanya pesawat melintas di Yahukimo yang menjadi salah satu wilayah konflik Papua.

17 Januari 2026 | 11.11 WIB

Anggota Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah guru korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, 23 Maret 2025. Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pasca serangan OPM di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 21 Maret 2025 yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, serta rusaknya fasilitas pendidikan. Antara/HO-Dispenad

Perbesar

Anggota Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah guru korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, 23 Maret 2025. Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pasca serangan OPM di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 21 Maret 2025 yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, serta rusaknya fasilitas pendidikan. Antara/HO-Dispenad

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM mengklaim telah menembak pesawat Hercules yang melintas di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.
Juru bicara Markas Pusat TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan berdasarkan laporan dari Komandan Batalyon dan Komadan Operasi HSSBI Kodap XVI Yahukimo, Enos M. Yoal dan Wene Kobak, penembakan terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026.

“Kami tembak karena memasuki wilayah perang di Yahukimo,” kata Sebby dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026

Dia menuturkan, penembakan pesawat yang diduga milik TNI itu terjadi di Jalan Gunung, Yahukimo. Enos M. Yoal, kata dia, mengklaim milisinya telah membuat badan pesawat berlubang karena penembakan tersebut.

Sebby mengimbau agar pesawat sipil di Papua tidak berfungsi sebagai transportasi pengangkut militer, termasuk alutsista TNI. “Kami siap tembak, silakan tinggalkan wilayah perang Yahukimo,” ujar Sebby.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) Cenderawasih, Letnan Kolonel Try Poerwanto, mengatakan rekaman video yang beredar luas ihwal penembakan pesawat di Yahukimo adalah isu lama yang diproduksi kembali.

Dia menjelaskan, sebagaimana yang disampaikan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Rabu lalu kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo dibatalkan karena alasan keamanan. Karena itu, dia memastikan pesawat yang ditembak bukan pesawat R1-2.

“Bukan pesawat RI 2 yang ditembaki. Itu adalah video lama yang diunggah ulang untuk membuat situasi keruh,” ujar Try kepada Tempo, Sabtu.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membatalkan agenda kunjungan kerja ke Yahukimo yang semula dijadwalkan pada Rabu, 14 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Berdasarkan pertimbangan keamanan menyarankan kepada Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal Amrin Ibrahim di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, Papua, Rabu, 14 Januari 2026 dikutip keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden. 

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi intelijen, terdeteksi adanya aktivitas kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Kunjungan Gibran ke Yahukimo seharusnya menjadi rangkaian agenda di Tanah Papua, setelah mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 dan Pasar Ikan di Biak Numfor pada Selasa, 13 Januari 2026.

Sekretariat Wapres dalam keterangan resminya menyatakan kunjungan kerja di Papua merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua.

Adapun, Yahukimo menjadi saah satu wilayah yang ditetapkan TPNPB sebagai zona konflik Papua. Sebby Sambom mengatakan, terdapat 9 daerah yang ditetapkan sebagai zona konflik.

Sembilan daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Yahukimo; Pegunungan Bintang; Nduga; Puncak Jaya; Intan Jaya; Maybrat; Dogiyai; Paniai; dan Deiyai. “Kami akan tembak siapa pun yang masuk wilayah ini,” ucap dia, April 2025.

Pilihan Editor:Dalih Antek Asing di Balik RUU Disinformasi

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Andi Adam Faturahman

Berkarier di Tempo sejak 2022. Alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular, Jakarta, ini menulis laporan-laporan isu hukum, politik dan kesejahteraan rakyat. Aktif menjadi anggota Aliansi Jurnalis Independen

Cek Ombak Demokrasi Komando

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

  • Related Posts

    Kronologi Pengunjung-Pegawai Karaoke di Parung Bogor Ribut Berujung Pemukulan

    Bogor – Polisi menjelaskan kronologi keributan yang terjadi di tempat karaoke, Parung, Bogor, Jawa Barat (Jabar) hingga berujung pengunjung memukul seorang pegawai wanita. Para pengunjung yang terlibat itu berjumlah 7…

    TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Burlah, Aceh Tengah

    PRAJURIT Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) membangun jembatan darurat di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *