PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku lebih hormat kepada pemulung maupun tukang becak dibandingkan orang-orang pintar yang berkhianat pada negara. Prabowo mengutarakan ini ketika menghadiri acara peresmian 166 sekolah rakyat, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala Negara mulanya berpesan kepada siswa sekolah rakyat untuk tak berkecil hati jika memiliki orang tua yang bekerja sebagai buruh, pemulung, hingga petani miskin. “Jangan kau malu. Mereka mulia, mereka bekerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” ucap Prabowo, sebagaimana dilihat dari siaran langsung pada YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 12 Januari 2026.
Mantan Menteri Pertahanan era Joko Widodo ini mengingatkan agar siswa sekolah rakyat menghormati orang tuanya masing-masing. Menurut Prabowo, mereka lebih mulia daripada kaum intelektual yang memiliki sifat korup. Para koruptor itu, kata Prabowo, telah mengkhianati negara dan bangsa.
“Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat, daripada mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat,” ucap Prabowo.
“Hormati orang tuamu, kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu,” kata dia kemudian.
Adapun Prabowo Subianto meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, hari ini. Ratusan sekolah yang mengusung konsep asrama itu mulai beroperasi secara bertahap pada Juli hingga awal Oktober 2025 lalu.
Secara keseluruhan, 166 sekolah rakyat itu menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.
Sementara itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan sekolah rakyat tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Pada tahap II, sekolah rakyat dirancang akan menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar.






