PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan meluncurkan buku berjudul “Spirit Kemanusiaan: Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri”. Buku itu berisikan rekam jejak dan metode penanganan bencana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden ke-5 RI.
PDIP meluncurkan buku yang ditulis oleh Kristin Samah ini pada Ahad, 11 Januari 2026 di Ancol, Jakarta Utara. Peluncuran buku dilakukan bersamaan dengan rapat kerja nasional atau Rakernas PDIP di lokasi yang sama.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan buku itu berisi pandangan dan praktik Megawati dalam mengelola bencana. “Buku ‘Spirit Kemanusiaan’ menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri, dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan bumi,” kata Hasto di lokasi.
Menurut Hasto, peluncuran buku ini juga beriringan dengan aksi kemanusiaan PDIP di sejumlah wilayah bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dilanda banjir pada akhir November 2025 lalu. PDIP, kata Hasto, saat ini telah mengirimkan berbagai bantuan ke lokasi terdampak.
Buku “Spirit Kemanusiaan” diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada 6 Januari 2026. Dalam acara peluncuran di Ancol oleh PDIP, Megawati turut hadir disertai sejumlah pejabat partai termasuk anak-anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani.
Buku “Spirit Kemanusiaan membahas sejumlah isu dari sudut pandang Megawati, di antaranya pelestarian lingkungan, dampak pemanasan global, hingga penanganan bencana alam maupun bencana hidrometeorologi.
Buku ini juga membahas beberapa rekam jejak Megawati dalam penanganan bencana. Di antaranya pembentukan sayap bencana di PDIP, yaitu Badan Penanggulangan Bencana atau Baguna, hingga mengubah Badan Meteorologi dan Geofisika menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Peluncuran buku ini dilakukan di tengah upaya pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir dan longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar terjadi di tiga provinsi Sumatera itu pada akhir November 2025.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal 1.182 orang per Jumat, 9 Januari 2025. BNPB merinci ada 544 korban meninggal di Aceh, 372 korban meninggal di Sumatera Utara, dan 264 korban meninggal di Sumatera Barat. Sementara itu, sebanyak 145 orang dinyatakan hilang. Rinciannya, 32 orang di Aceh, 42 orang di Sumatera Utara, dan 72 orang di Sumatera Barat.
Di tiga provinsi ini masih ada 238.627 orang mengungsi. Rinciannya, 214.084 orang di Aceh, 13.689 orang di Sumatera Utara, dan 10. 854 orang di Sumatera Barat.
Pilihan Editor: Panas-Dingin Pergantian Ketua PDIP Jawa Tengah






