SATUAN Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meminta tambahan personel untuk membersihkan lumpur banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tambahan tenaga untuk penanganan banjir Sumatera itu di antaranya berasal dari Kepolisian RI (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Satgas, yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meminta setidaknya tambahan 5 ribu polisi dan 10 ribu tentara. “Nanti (diterjunkan ke) daerah mana kita lihat petanya,” kata Tito dalam rapat pemulihan bencana bersama Dewan Perwakilan Rakyat di Aceh pada Sabtu, 10 Januari 2026 seperti disiarkan media sosial DPR RI.
Mereka akan membersihkan lumpur di sungai dan daratan. Lumpur pascabencana banjir hingga saat ini masih menimbun sejumlah jalanan, rumah, toko, sawah, hingga sungai.
Tito berujar telah menyampaikan permintaan itu kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan Darat TNI Maruli Simanjuntak. Dia berharap kepolisian bisa segera mengirimkan tenaga tambahan ke Sumatera sebelum mereka disibukkan dengan pengamanan periode Ramadan bulan depan.
Menurut Tito, Polri sebenarnya telah mengirimkan tambahan seribu orang polisi ke Sumatera untuk membersihkan lumpur pada akhir Desember 2025. Namun, Tito berujar jumlah itu masih kurang memadai.
Rapat pemulihan bencana di Aceh dihadiri sejumlah pejabat. Selain Tito, hadir pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua Komisi VI DPR Abdul Wachid, hingga Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Darmawan Aras.
Menteri yang hadir termasuk Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarat Sirait.
Banjir dan longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar terjadi di tiga provinsi Sumatera pada akhir November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal 1.182 orang per Jumat, 9 Januari 2025.
BNPB merinci ada 544 korban meninggal di Aceh, 372 korban meninggal di Sumatera Utara, dan 264 korban meninggal di Sumatera Barat. Sementara itu, sebanyak 145 orang dinyatakan hilang. Rinciannya, 32 orang di Aceh, 42 orang di Sumatera Utara, dan 72 orang di Sumatera Barat.
Pada tiga provinsi ini masih ada 238.627 orang mengungsi. Rinciannya, 214.084 orang di Aceh, 13.689 orang di Sumatera Utara, dan 10. 854 orang di Sumatera Barat.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Isi Surat Instruksi PDIP ke Kader Menjelang Rakernas 2026






