Kronologi Penangkapan Ayah Prada Lucky oleh Polisi Militer

PEMBANTU Letnan Dua (Pelda) Christian Namo dijemput paksa oleh personel Provost Komando Distrik Militer Rote Ndao pada Rabu, 7 Januari 2026. Christian Namo merupakan ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang tewas akibat dianiaya oleh seniornya pada Agustus tahun lalu. 

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman mengatakan penahanan ayah Lucky tidak berkaitan dengan kasus kematian anaknya. Christian Namo ditangkap atas dugaan perselingkuhan.  

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Rahman menjelaskan, Christian Namo semula dijemput oleh polisi militer dari satuan Provost Komando Distrik Militer 1627/Rote Ndao dan Komando Resor Militer 161/Wira Sakti di pelabuhan. Christian Namo kemudian diantar ke Markas Detasemen Polisi Militer IX/1 Kupang pada hari yang sama untuk menjalani pemeriksaan ihwal dugaan pelanggaran disiplin dan hukum militer.  

“Pelanggaran disiplin dan hukum militer yaitu dugaan memiliki wanita simpanan atau hidup bersama di luar ikatan pernikahan yang sah,” kata Rahman melalui keterangan tertulis yang dikirim Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Donny Pramono kepada Tempo pada Jumat, 9 Januari 2025.

Dugaan perselingkuhan yang dilakukan Christian disebut telah melanggar Pasal 103 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) tentang dengan sengaja tidak menaati perintah kedinasan. Selain itu, perbuatan tersebut juga diduga melanggar Surat Telegram Panglima TNI Nomor 398/VII/2009 yang menegaskan bahwa setiap prajurit dilarang melakukan hubungan suami istri di luar pernikahan yang sah. 

Christian juga diduga melanggar Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/330/IV/2018 tentang Petunjuk Teknis Prosedur Penetapan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di lingkungan TNI AD.

Kodam Udayana, kata Rahman, berkomitmen untuk menegakkan hukum dan disiplin prajurit secara profesional, objektif, dan transparan. “Setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tutur dia. 

Rahman menyampaikan saat ini Christian Namo tengah menjalani proses pemeriksaan di Denpom IX/1 Kupang. Ia mengklaim seluruh tahapan pemeriksaan akan dilaksanakan sesuai mekanisme hukum yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Darat dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.  “Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara ini kepada institusi yang berwenang,” kata dia. 

Penangkapan terhadap Christian Namo menuai sorotan setelah viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, Christian Namo tampak diseret paksa oleh sejumlah orang yang berpakaian preman. Mereka disebut-sebut sebagai anggota TNI dari Datasemen Polisi Militer. 

Awalnya publik menduga penangkapan Christian Namo merupakan bentuk kriminalisasi lantaran personel TNI asal Kupang itu kerap lantang bersuara menyingkap kasus penyiksaan terhadap putranya. Lucky tewas pada 6 Agustus 2025. Prajurit muda berusia 23 tahun itu menjadi korban penganiayaan oleh puluhan seniornya di lingkungan asrama batalyon. Sebelum meninggal, Prada Lucky sempat mendapatkan perawatan intensif selama empat hari di ruang ICU RSUD Aeramo, Nagekeo.

Kematian Prada Lucky semula direkayasa oleh seniornya di satuan. Lucky disebut meninggal usai terluka setelah terjatuh dari pohon. Namun keluarga yang kekeh tidak mempercayai itu nekad memaksa untuk melakukan autopsi ulang. Seiring berjalannya proses hukum, terungkap bahwa Lucky meninggal karena dipukuli oleh sesama prajurit. Polisi militer menetapkan 22 prajurit sebagai tersangka dalam kasus ini. 

  • Related Posts

    Sumberasih Probolinggo Dilanda Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    Jakarta – Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda banjir. Ketinggian air mencapai hingga 1 meter. “Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00…

    PDIP Beri Penghargaan 'Leit Star' ke 6 Tokoh Senior di Rakernas

    Jakarta – PDIP memberikan penghargaan kepada enam orang tokoh senior partai. Keenam tokoh ini dianggap berkontribusi besar serta berperan sebagai kader pelopor. Penghargaan diberikan langsung dalam perayaan HUT ke-53 Partai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *