MENTERI Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pendidikan dan pelatihan untuk petugas haji akan segera digelar. Dia berujar agenda diklat untuk petugas haji tahun ini dimulai pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Petugas haji akan kami siapkan selama satu bulan,” kata Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Dia mengatakan petugas haji akan mendapat sejumlah pembekalan dengan pendekatan semi-militer. Irfan berujar diklat untuk petugas haji bakal memfokuskan ihwal persiapan fisik peserta.
Selain itu, petugas haji akan diberi pemahaman perihal tugas-tugas yang akan dilakukan selama melayani jemaah haji di Mekah, Arab Saudi. “Kami juga memberikan sedikit fikih tentang haji, tentang bahasa Arab standar yang insyaAllah akan memberikan manfaat,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan fisik petugas haji perlu dipersiapkan dengan baik sebelum melayani para jemaah. Sebab, dia berujar mayoritas kerja dan tugas petugas haji berkaitan dengan urusan fisik.
“Bahkan kami menyebutnya kerjanya 25 jam, tidak berhenti,” ujar Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis, 8 Januari 2026.
Adapun Kementerian Haji dan Umrah telah menggelar pelatihan untuk pembina hingga fasilitator petugas haji. Sejumlah pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri juga diikutsertakan dalam pelatihan yang ditutup pada 8 Januari 2026 ini.
Selain itu, Dahnil menjelaskan alasan pelaksanaan diklat untuk petugas haji tahun ini. Menurut dia, kementerian ingin memaksimalkan agenda pembekalan agar orientasi utama petugas haji pada pelayanan jemaah, bukan aji mumpung ikut beribadah haji.
“Kedua, integritas terkait dengan kedisiplinan, kekompakan tim,” ujarnya.
Dahnil mengatakan pembekalan kekompakan tim petugas haji tahun ini memang perlu dimaksimalkan. Ini sebagai salah satu poin evaluasi dari penyelenggaraan haji di tahun sebelumnya.
Menurut dia, tingkat kedisiplinan dan kerja tim pada petugas haji tahun lalu masih menyisakan persoalan. Karena itu, Dahnil mengatakan kementerian menggandeng Tentara Nasional Indonesia untuk membantu memperbaiki kerja tim pada petugas haji tersebut.
“Jadi kalau ada yang menyebut (diklat) ini militerisme, iya. Kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan kerja tim yang kuat dari militer,” ucapnya.






