BNPB: Agam Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

KEPALA Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan Pemerintah Agam, Sumatera Barat, memperpanjang masa tanggap darurat menyusul bencana longsor susulan di daerah itu. Tiga hari lalu bencana longsor susulan masih terjadi di daerah itu.

“Kabupaten Agam beberapa kali hingga 3 hari lalu masih ada bencana longsor susulan. Jadi banjir lumpur diikuti oleh batu besar yang di daerah disebut galodo,” kata Abdul dalam konferensi pers penanganan pascabencana Sumatera dipantau YouTube BNPB, Ahad, 4 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Abdul mengatakan BNPB mendeteksi di bagian hulu daerah itu terdapat rekahan. Bila ada hujan dengan intensitas rendah dan berdurasi lama, masih ada potensi longsor susulan. 

“Kalau ada hujan intensitas sedang tapi berdurasi lama. Masih berpotensi longsor susulan,” kata dia. 

Pemerintah, kata Abdul, terus memantau perkembangan daerah itu. Pemerintah juga mengupayakan aspek mitigasi supaya meminimalkan potensi dan dampak longsor. 

Selain itu, Abdul mengatakan 10 daerah di Sumatera Barat sudah menetapkan transisi darurat bencana. Sedangkan 2 daerah Sumatera Barat sudah menghentikan masa tanggap darurat bencana. 

Selain di Sumatera Barat, Abdul mengatakan 10 daerah di Aceh memperpanjang masa tanggap darurat bencana. Sedangkan, 8 daerah sudah mulai melakukan transisi darurat bencana. 

Sementara itu, Sumatera Utara sudah tidak ada daerah yang menetapkan masa darurat bencana. Namun, ada 14 daerah Sumatera Utara yang sedang menjalankan masa transisi darurat. “Lalu 2 daerah yang sebelumnya berstatus tanggap darurat, sudah berakhir masa tanggap daruratnya,” kata dia. 

Terjadi longsor setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter pada Gebing Ngarai Sianok di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Longsor terjadi usai hujan deras selama beberapa hari, yang berlangsung lama di daerah tersebut. Tak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.

BNPB mencatat ada penambahan 10 korban meninggal dunia akibat bencana ekologis di Sumatera pada Minggu, 4 Januari 2026 sore. Penambahan itu membuat total korban meninggal dunia sebanyak 1.177 orang. 

“Kami mendapatkan laporan tambahan meninggal dunia di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa. Tapanuli Selatan sebanyak 5 jiwa. Sumatera Barat sebanyak 2 jiwa. Total 1.177 jiwa,” kata dia dalam konferensi pers penanganan pascabencana Sumatera dipantau YouTube BNPB, Minggu, 4 Januari 2026.

Sementara korban hilang berkurang menjadi 17 nama. Dengan begitu, total korban menghilang ada 148 orang. “Rincinya, Aceh sebanyak 31 hilang, Sumatera Utara sebanyak 43 hilang, dan Sumatera Barat sebanyak 74 hilang,” kata dia. 

Abdul mengatakan jumlah pengungsi berkurang sebanyak 15.606 orang. Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 242.174 jiwa masih mengungsi.

  • Related Posts

    Prabowo Geleng-geleng Kepala Padahal Baru Setahun Jadi Presiden, Kenapa?

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pernah beberapa kali ada pihak yang berupaya untuk menyogoknya selama satu tahun menjabat. Prabowo menegaskan bahwa tidak ingin mengintervensi penegakan hukum. “Aku satu tahun…

    PKB Maknai Positif Guyonan Prabowo: Saling Mengawasi Bukan Tanda Tak Solid

    Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Hanif Dhakiri menanggapi guyonan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut partainya harus terus diawasi. Hanif menilai saling mengawasi bukan berarti tidak solid tapi cara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *