Greenpeace Bakal Laporkan Teror yang Dialami Iqbal ke Polisi

KEPALA Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan organisasinya telah berdiskusi dengan Iqbal Damanik mengenai langkah lanjutan yang akan ditempuh.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Iqbal Damanik mengalami teror berupa pengiriman bangkai ayam disertai pesan berupa nada ancaman ke kediamannya pada Selasa pagi, 30 Desember 2025. Pesan itu bertuliskan ‘Jagalah ucapanmu bila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu’.

“Terkait langkah lanjutan, kecenderungannya kami akan laporkan teror ini kepada kepolisian,” kata Leonard saat dihubungi pada Jumat, 2 Januari 2026.

Dia melanjutkan, pelaporan kepada kepolisian bakal dilakukan dalam waktu dekat. Langkah ini, kata dia, juga telah memperoleh persetujuan dari Iqbal dan keluarga. “Dari hasil diskusi Iqbal setuju, dan kami akan buat laporan ke kepolisian kira-kira pekan depan,” ujar Leonard.

Sebelumnya, Leonard menduga aksi teror yang ditujukan kepada Iqbal berkelindan dengan kerja-kerja yang dilakukan Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia itu.

Saat bencana ekologi melanda Sumatera pada 25 November lalu, Iqbal dan para juru kampanye Greenpeace lainnya vokal bersuara dan mengkritik penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di Sumatera.

Leonard menjelaskan, suara dan kritik yang disampaikan Iqbal maupun juru kampanye Greenpeace merupakan hasil temuan langsung di lapangan dengan disertai analisis yang mendalam.

Hal yang disorot Greenpeace, ialah terkait dengan penyebab bencana ini, yaitu adanya perusakan lingkungan seperti deforestasi dan alih fungsi lahan yang terjadi sistemik.

Selain Iqbal, teror berisikan nada ancaman juga dialami pemusik Ramond Dony Adam alias DJ Donny; pembuat konten Sherly Annavita dan Virdian Aurelio; serta aktor Hamba Ramanda alias Yama Carlos.

Menurut Leonard, pola pembungkaman dengan menyebarkan teror kepada Iqbal dan para figur lain yang vokal bersuara ihwal penanganan bencana Sumatera memiliki kemiripan.

“Sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera,” kata dia.

‎Leonard menyatakan Greenpeace Indonesia mengecam tindakan teror terhadap masyarakat sipil. Dia menegaskan kritik publik seharusnya tak diperlakukan sebagai ancaman, melainkan ekspresi demokrasi dan pengingat bagi kekuasaan untuk tetap akuntabel.

‎Kebebasan berbicara, ujar dia, merupakan hak warga negara yang dijamin dalam konstitusi. “Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk keadilan iklim, HAM, dan demokrasi,” ucapnya.

  • Related Posts

    Polisi Usut Dugaan Kelalaian Insiden Longsor Proyek Mini Soccer Sumedang

    Jakarta – Empat orang dilaporkan tewas akibat tertimbun longsor pada proyek mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Polisi kini tengah mengusut dugaan kelalaian dari peristiwa…

    Jalan Lingkar Selatan Cilegon Banjir, Kendaraan Tak Bisa Melintas

    Cilegon – Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon di Ciwandan mengalami banjir hingga tak bisa dilewati kendaraan. BPBD Provinsi Banten menyebut kondisi tersebut diakibatkan minimnya saluran air serta ditutupnya jalur pembuangan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *