BADAN Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyampaikan sejumlah kota dan kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memasuki fase pemulihan pascabencana. Daerah-daerah tersebut sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025.
BNPB mencatat 31 kabupaten atau kota sudah memasuki fase awal pemulihan. “Sehingga sudah lebih dari 60 persen kabupaten/kota terdampak saat ini masuk pada fase awal recovery,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Jumat, 2 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kabupaten dan kota yang masuk fase pemulihan paling banyak berada di Sumatera Utara dengan 13 daerah. Sementara di Aceh terdapat 8 daerah dan 10 daerah di Sumatera Barat.
Selain itu, Muhari juga menyampaikan update jumlah korban bencana. Per 2 Januari 2026, total korban meninggal di tiga provinsi terdampak berjumlah 1.157 orang. Angka itu tidak berubah dari update sebelumnya pada 31 Januari 2025.
BNPB menyatakan tim search and rescue (SAR) gabungan akan melanjutkan operasi pencarian. Tim akan melanjutkan pencarian dengan fokus di titik-titik yang telah mereka identifikasi sebagai lokasi potensial jenazah korban.
Di sisi lain, Muhari menyebut tim SAR gabungan juga tidak menemukan korban hilang hingga hari ini. Jumlah orang yang belum ditemukan hingga 2 Januari masih berjumlah 165 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak menurun. “Jumlah warga yang mengungsi ini menurun sedikit 73 jiwa. Sehingga total per hari ini 380.287 jiwa,” kata Muhari.
Pemerintah tidak menetapkan banjir dan longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap serius menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera yang terjadi pada November 2025 meski tanpa status tersebut.
Prabowo menyampaikan penegasan itu karena masih ada orang yang mempermasalahkan tidak adanya status bencana nasional. “Masih ada yang mempersoalkan, mengapa tidak bencana nasional?” kata Prabowo dalam rapat penanggulangan bencana di Aceh pada Kamis, 1 Januari 2026 seperti disiarkan Sekretariat Kepresidenan.
Prabowo pun kembali menjelaskan alasan bencana Sumatera tidak diberikan status nasional. “Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain,” tuturnya.
Prabowo mengatakan tiga provinsi tersebut masih mampu menangani bencana di daerahnya. “Kalau sementara kita, tiga provinsi ini, kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” ucap Prabowo.






