Tantangan Zookeeper di Ragunan Bonding dengan Satwa tapi Tetap Waspada

Jakarta

Perawat satwa atau zookeeper mungkin kurang diketahui oleh pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan. Padahal merekalah orang-orang berperan besar merawat ratusan satwa yang ada di tempat konservasi itu.

Seperti salah satu perawat harimau bernama Fahmi (30) yang sepanjang tiga tahun ini mendedikasikan dirinya di TM Ragunan. Fahmi setiap hari merawat, memberi makan, membersihkan kandang, memantau kesehatan dan perilaku satwa.

Fahmi Zookeeper Ragunan bercerita tantangan rawat hewan buas.Fahmi Zookeeper Ragunan bercerita tantangan rawat hewan buas. Foto: Rumondang Naibaho/detikcom

Menurut Fahmi perlu pendekatan tersendiri untuk berkomunikasi dengan satwa, terlebih harimau. Salah satu pendekatan yang dilakukan seperti mengobrol hingga bercanda dengan satwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Paling dia kalau kita lebih untuk pendekatan sih, jadi bonding. Kalau bisa untuk makan kita suapin gitu, terus kita ajak ngobrol dia, terus kita bercandain lah gitu,” cerita Fahmi kepada wartawan di area Kandang Harimau TM Ragunan, Kamis (1/1/2026).

“Kita panggil namanya, terus kita suapin sambil kita ajak ngobrol ‘Gimana kabarnya hari ini’ gitu. ‘Enak tidurnya, nyenyak kah’,” lanjutnya.

Alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu mengaku tak mengalami kendala saat merawat harimau. Namun dia menyebut tetap harus berhati-hati saat berinteraksi dengan satwa.

“Kalau untuk tantangannya sih sendiri itu kita harus lebih hati-hati ya. Karena yang namanya kita ngerawat hewan buas, jadi balik lagi ke diri kita sendiri untuk tetap waspada,” ucap Fahmi.

Salah satu tugas rutin Fahmi adalah memberi makan harimau. Dia menjamin pakan harimau di tempat konservasi tersebut terpenuhi.

“Kalau untuk pemberian pakan, kita kasih satu ekor itu lima sampai enam kilogram untuk Harimau Sumatera sebanyak dua kali yakni siang dan sore hari,” ucapnya.

Fahmi mengatakan pakan harimau yang berupa campuran daging ayam dan sapi yang sudah dipastikan gizi seimbangnya. Di sisi lain, mereka juga memastikan selalu memantau kesehatan setiap satwa.

“Kalau untuk perawatannya sendiri kita punya tim medis ya. Jadi setiap hari mereka monitoring, ngontrol. Kemudian untuk pemberian vitamin itu seminggu sekali, terus kemudian pengecekan kesehatan sebulan sekali, medical check up kita setahun sekali,” pungkasnya.

(ond/dwr)

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *