Megawati: Jangan Kasih Baju Bekas Buat Korban Bencana

KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengimbau masyarakat untuk tidak mendonasikan baju bekas kepada korban bencana. Ia mengatakan itu saat memberi sambutan dalam agenda ‘Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban’ yang diselenggarakan oleh DPP PDIP.

Di hadapan relawan Badan Penanggulangan Bencana PDIP, Megawati mewanti-wanti supaya mereka hanya memberikan baju baru kepada korban bencana. Menurut dia, itu lebih disukai oleh masyarakat yang pernah ia temui di lokasi bencana.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Menurut saya jangan kasih baju bekas, rakyatnya (bisa) marah-marah. (Mereka) bilangnya ‘dipikir kita ini orang miskin, orang kita kena musibah’. Wah saya catet di situ saya, jangan kasih baju-baju bekas,” kata Megawati di Jakarta Internasional Equestrian Park, Jakarta, pada Jumat, 19 Desember 2025.

Mantan Presiden ke-5 itu kemudian melanjutkan, bahwa ia mendapatkan masukan dari korban bencana untuk membelikan mereka kaos daripada jenis atasan lainnya. Alasannya karena pakaian berbahan dari kaos mudah menyerap keringat dan cepat kering.

“Ya saya tanya kenapa kamu mau kaos. ‘Bu, kaos itu kalo keringetan katanya cepat (menyerap) kalo dicuci cepet kering,” tutur dia menirukan.

Lantas ia mengingatkan relawan untuk memperhatikan betul apa yang telah dia sampaikan. Selain kaos, Megawati juga mengatakan bahwa sarung merupakan logistik penting untuk disalurkan kepada korban banjir. Sarung itu, kata Megawati, merupakan barang multiguna karena bisa menjadi selimut, sajadah hingga mukena.

Banjir dan tanah longsor terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada akhir November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana Sumatera mencapai 1.068 jiwa per Jumat, 19 Desember 2025 pukul 09.30 WIB. Data itu diakses dari Geoportal Data Bencana milik BNPB.

Kabupaten Agam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 187 jiwa, disusul Kabupaten Aceh Utara sebanyak 169 jiwa, dan Tapanuli Tengah 131 jiwa. Sementara itu, sebanyak 190 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka. 

BNPB juga melaporkan sebanyak 147.236 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada 1.600 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, dan 145 jembatan.

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam tulisan ini 
  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *