Pria di Deli Serdang Babak Belur Diamuk Massa Usai Dituduh Hendak Culik Anak

Jakarta

Pria berinisial MAP (19) babak belur diamuk massa setelah diduga hendak menculik dua anak di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Setelah diselidiki polisi, ternyata tuduhan tersebut tidak terbukti.

Dilansir detikSumut, Kamis (18/12/2025), Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (16/12) sekira pukul 16.00 WIB. Bermula saat MAP mendatangi lokasi dan menanyakan tempat tongkrongan anak muda kepada dua orang anak inisial AES (11) dan G.

“Pelaku menawarkan uang Rp 10 ribu agar diantarkan ke lokasi tersebut. Karena takut, kedua anak itu pergi dan menyampaikan ke warga bahwa ada dugaan penculikan anak,” kata Jonni kepada detikSumut, Rabu (17/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar informasi tersebut, warga langsung berdatangan dan mengamuk MAP. Pemuda itu kemudian dihajar warga hingga babak belur dan luka-luka.

Petugas Polsek Tanjung Morawa yang menerima laporan segera mendatangi lokasi. Pemuda tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke klinik untuk mendapat perawatan medis.

Setelah menginterogasi terduga pelaku dan memeriksa kedua anak tersebut beserta saksi, petugas memastikan bahwa tidak ditemukan unsur penculikan anak dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada niat maupun perbuatan penculikan. Peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana,” tegas Jonni.

Simak selengkapnya di sini.

(fas/fas)

  • Related Posts

    Prabowo Mengutuk Teror ke Andrie Yunus: Terorisme Biadab

    PRESIDEN Prabowo Subianto mengutuk penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus. Prabowo menyebut tindakan itu sebagai terorisme yang biadab. Menurut Prabowo, serangan terhadap pegiat Komisi untuk Orang…

    Prabowo Perintahkan Usut Dalang Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus diusut hingga tuntas. Termasuk siapa aktor intelektual di balik kasus tersebut. “Harus kita usut, siapa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *