Dubes AS: Trump tahan dana bagi PBB, desak reformasi besar-besaran

Dubes AS: Trump tahan dana bagi PBB, desak reformasi besar-besaran

  • Selasa, 4 November 2025 11:46 WIB
  • waktu baca 2 menit
Dubes AS: Trump tahan dana bagi PBB, desak reformasi besar-besaran
Arsip – Tangkapan layar – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Minggu (26/10/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Washington (ANTARA) – Presiden AS Donald Trump menahan pendanaan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sampai dirinya melihat dilakukannya reformasi di dalam organisasi tersebut, kata Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz.

“Kami menahan dana Amerika… Presiden menahan dana Amerika sampai kami melihat reformasinya,” ujar Waltz kepada portal berita Breitbart.

Menurut Waltz, belum ada presiden AS di abad ke-21 yang mengambil langkah seperti itu. Ia menekankan bahwa PBB telah memangkas anggaran sebesar 15 persen akibat penangguhan tersebut.

“Kami telah memangkas alokasi 18 persen untuk total personel mereka. Kami juga memangkas 25 persen anggaran untuk pasukan penjaga perdamaian global mereka,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, lanjut Waltz, telah mengajukan rencana reformasi yang disebut UN80—sebuah inisiatif menjelang peringatan 80 tahun berdirinya PBB—yang bertujuan mengkonsolidasikan sejumlah badan dengan pengeluaran yang dinilai tidak terkendali.

“Dia akan memangkas beban birokrasi. Kami akan bersikap tegas terhadap PBB. Saya rasa kami akan menyelamatkannya dari dirinya sendiri dengan berbagai cara, dan kami akan mendorong perubahan,” ujar Waltz.

“Dan Presiden (AS Donald Trump) paling tahu bagaimana memanfaatkan pengaruh tersebut, dan tugas saya adalah mendorong PBB untuk melaksanakannya,” imbuhnya.

Sebelumnya pada 2 Mei, dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2026, Presiden Trump mengusulkan untuk sepenuhnya menghentikan pendanaan bagi operasi penjaga perdamaian PBB, dengan alasan bahwa misi tersebut tidak efektif dan terlalu mahal bagi Amerika Serikat.

Trump juga mengusulkan penangguhan sebagian besar kontribusi wajib dan seluruh kontribusi sukarela terhadap struktur PBB, termasuk WHO, UNESCO, serta anggaran rutin organisasi tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PBB desak AS hentikan serangan udara di Karibia dan Pasifik

Baca juga: Venezuela minta sidang darurat PBB soal aktivitas militer AS

Baca juga: Kolombia usulkan markas DK PBB dipindah ke Qatar

Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *