IHSG menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa global

IHSG menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa global

  • Kamis, 23 Oktober 2025 09:47 WIB
  • waktu baca 2 menit
IHSG menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa global
Arsip foto – Pengunjung berjalan didekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/pri. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan dan global.

IHSG dibuka menguat 53,79 poin atau 0,66 persen ke posisi 8.206.34. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,50 poin atau 0,68 persen ke posisi 811,80.

“IHSG berpotensi kembali rebound hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen (deposit facility 3,75 persen, lending facility 5,50 persen).

Baca juga: BCA siap buyback saham maksimal Rp5 triliun

BI akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate.

Selain itu, BI melaporkan kredit perbankan tumbuh 7,70 persen year on year (yoy) pada September 2025, sedikit lebih tinggi dari 7,56 persen pada Agustus, terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 15,18 persen (yoy), dan kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing meningkat 3,37 persen (yoy) dan 7,42 persen (yoy).

Dari mancanegara, terdapat kekhawatiran baru terkait hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah laporan kinerja keuangan yang mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi, membuat investor melakukan aksi jual.

Tekanan jual semakin kuat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak buatan AS ke China.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Apakah peraturan migrasi UE yang baru akan berhasil?

    Kebijakan migrasi baru Uni Eropa sudah mulai berlaku. Pakta Migrasi dan Suaka Uni Eropa mulai berlaku pada hari Jumat. Kebijakan ini merupakan puncak dari negosiasi banyak selama bertahun-tahun antara anggota…

    'Perpecahan global': Carney pertemuan pertemuan Kanada-UE sebelum KTT G7

    Menjelang pertemuan Kelompok Tujuh (G7) minggu depan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney telah menegaskan kembali visinya tentang pelestarian dari tatanan dunia yang didominasi oleh negara-negara adidaya. Carney Menyampaikannya pada hari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *