BI proyeksi rupiah tetap stabil, didukung komitmen stabilisasi

BI proyeksi rupiah tetap stabil, didukung komitmen stabilisasi

  • Rabu, 22 Oktober 2025 16:57 WIB
  • waktu baca 2 menit
BI proyeksi rupiah tetap stabil, didukung komitmen stabilisasi
Ilustrasi – Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) memprakirakan bahwa ke depan nilai tukar rupiah tetap stabil ditopang oleh komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas.

Selain itu, keyakinan rupiah yang stabil tersebut juga didukung dengan adanya imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, serta tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi di tengah tingginya ketidakpastian global, termasuk melalui intervensi terukur di pasar spot, off-shore NDF dan Domestic NDF (Non-Deliverable Forward), serta pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2025 secara daring di Jakarta, Rabu.

Perry mengatakan dirinya mencatat bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh kebijakan stabilisasi yang dilakukan bank sentral Indonesia.

Nilai tukar rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau menguat 0,45 persen point-to-point (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir September 2025.

Rupiah sempat melemah pada September 2025 sebesar 1,05 persen (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan dengan ketidakpastian yang cukup tinggi.

Guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI pun menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik di off-shore maupun on-shore (Domestic Non-Deliverable Forward/DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Menurut BI, respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tercermin dari perkembangan rupiah yang kembali menguat pada Oktober 2025.

Peningkatan konversi valuta asing (valas) ke rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar rupiah.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Vietnam menyelenggarakan pemilihan umum, 93% kandidat berasal dari Partai Komunis yang berkuasa

    Vietnam memilih anggota parlemen dari daftar kandidat ⁠hampir secara eksklusif dipilih oleh partai yang berkuasa. Para pemilih di Vietnam memberikan suara mereka untuk memilih anggota Majelis Nasional, badan legislatif tertinggi…

    Menhub Dudy dan Dedi Mulyadi Pantau Arus Mudik Jawa Barat

    INFO TEMPO – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau kondisi arus transportasi dan sejumlah titik jalur mudik di wilayah Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *