Setahun Prabowo, bidang pertahanan dinilai paling menonjol

Setahun Prabowo, bidang pertahanan dinilai paling menonjol

  • Senin, 20 Oktober 2025 00:24 WIB
  • waktu baca 3 menit
Setahun Prabowo, bidang pertahanan dinilai paling menonjol
Pengunjung berfoto di atas kendaraan alutsista saat TNI Fair di Monas, Jakarta, Sabtu (20/9/2025). Tiga matra TNI yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU menggelar pameran alutsista beserta stan edukasi yang berlangsung hingga 21 September dalam rangka menyambut HUT ke-80 TNI. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pengurus Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) Muhammad Arwani Deni menilai sektor pertahanan menjadi salah satu bidang paling menonjol dalam setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Arah kebijakan pertahanan nasional kini jauh lebih terarah, modern dan menyentuh aspek semangat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata),” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) Muhammad Arwani Deni dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Dengan demikian, katanya, pemerintah saat ini tidak hanya fokus memperbarui alutsista, tetapi juga membangun sistem pertahanan yang menyeluruh.

Dia menyebutkan, Prabowo berhasil membangun postur pertahanan yang bukan hanya kuat secara militer, melainkan juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama di tengah masyarakat.

Ia menambahkan stabilitas politik dan ekonomi nasional yang relatif terjaga selama satu tahun pemerintahan Prabowo juga tidak terlepas dari peran pertahanan negara yang solid.

Baca juga: Presiden Prabowo tambah dua badan baru di Kementerian Pertahanan

Ia menyebut, sinergi antara TNI, Polri dan intelijen, berhasil menciptakan situasi yang kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan aman dan produktif.

“Pertahanan yang tangguh jadi jaminan bagi stabilitas politik dan ekonomi. Ketika unsur keamanan bersinergi dengan baik, rakyat bisa beraktivitas dengan tenang dan pembangunan terus bergerak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah membentuk Dewan Pertahanan Nasional (DPN) sebagai terobosan penting dalam menata kebijakan pertahanan lintas lembaga.

Dia menyebutkan kehadiran DPN menjadi simbol keseriusan Presiden Prabowo dalam membangun arsitektur pertahanan nasional yang terencana dan terpadu.

Kendati demikian, ia berharap ke depan pelibatan unsur masyarakat sipil dalam Dewan tersebut perlu diperkuat agar konsep pertahanan semesta benar-benar inklusif dan berakar dari rakyat.

Baca juga: Prabowo minta Polri dan TNI tetap solid jaga stabilitas nasional

Dikatakan, bahwa keterlibatan elemen sipil penting agar kebijakan pertahanan tidak eksklusif militeristik, tetapi juga merepresentasikan kekuatan sosial dan kultural bangsa.

Inovasi besar

Dalam konteks pembangunan nasional, dirinya menilai langkah pemerintah membentuk 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan sebagai inovasi besar dalam menghubungkan fungsi pertahanan dengan agenda pembangunan daerah.

“Ini langkah luar biasa karena prajurit kini tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga terlibat langsung mendukung pembangunan di daerah perbatasan, wilayah tertinggal, dan pulau-pulau terluar. Peran bidang pertahanan jadi dapat berdampak langsung bagi rakyat,” katanya.

Ia juga menilai langkah modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan penguatan industri pertahanan nasional melalui kerja sama teknologi luar negeri sebagai strategi yang tepat untuk memperkuat kemandirian bangsa di bidang pertahanan.

Kemandirian industri pertahanan dalam negeri, katanya, menjadi kunci. Transfer teknologi yang diupayakan Pemerintah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan.

Baca juga: Lemhannas apresiasi rencana kenaikan anggaran pertahanan nasional

Selain penguatan alutsista, ia menilai perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit dan penguatan sistem pertahanan siber menunjukkan kebijakan pertahanan kini semakin adaptif terhadap tantangan zaman.

“Pertahanan hari ini tidak cukup dengan kekuatan senjata. Harus ada perlindungan data, kemandirian teknologi, dan kesadaran bela negara di semua lapisan masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari komponen pertahanan bangsa, ia menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat pendidikan bela negara dan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Kami siap jadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat Sishankamrata, agar Indonesia semakin kuat, mandiri dan disegani di dunia,” katanya.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Prabowo Perintahkan Identifikasi Wilayah Rawan Banjir Jawa

    PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden menerima laporan mengenai bencana hidrometeorologi…

    Pemprov Banten Anggarkan Rp 164 M buat Bangun Jalan Desa, Target capai 40 Km

    Banten – Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan Rp 164 miliar untuk membangun jalan desa dalam program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Angka tersebut meningkat dibandingkan anggaran pada tahun sebelumnya. Gubernur…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *