Ekspor kopi Situbondo menandai inisiasi Holding UMKM Kementerian UMKM

Ekspor kopi Situbondo menandai inisiasi Holding UMKM Kementerian UMKM

  • Senin, 6 Oktober 2025 19:11 WIB
  • waktu baca 2 menit
Ekspor kopi Situbondo menandai inisiasi Holding UMKM Kementerian UMKM
Deputi Bidang Usaha Kementerian UMKM Bagus Rachman (tengah) foto bersama dengan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat pelepasan ekspor kopi arabika Argopuro di lereng Gunung Argopuro Situbondo, Jawa Timur. Senin (6/10/2025) ANTARA/Novi Husdinariyanto

Situbondo (ANTARA) – Ekspor kopi arabika Argopuro Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebanyak 15 ton ke Arab Saudi menandai inisiasi Holding UMKM pada klaster perkebunan yang merupakan program prioritas Kementerian UMKM untuk mengintegrasikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke dalam rantai pasok global.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengemukakan Kementerian UMKM meluncurkan program Holding UMKM yang bertujuan menciptakan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi antara usaha mikro, kecil, menengah, dan perusahaan besar.

“Program Holding UMKM klaster perkebunan ini untuk mengatasi tantangan disconnectivity antara UMKM dan industri besar, seperti minimnya akses pembiayaan, teknologi dan pasar global,” ujar dia usai melepas ekspor kopi milik kelompok masyarakat petani kopi di lereng Gunung Argopuro Situbondo, Senin.

Bagus menjelaskan, sektor perkebunan adalah salah satu dari 10 sektor prioritas berbasis klaster yang memberikan nilai tambah tinggi.

Baca juga: Kementerian UMKM lepas ekspor kopi Argopuro Situbondo ke Arab Saudi

Dalam model Holding UMKM, lanjut dia, usaha menengah akan berperan sebagai operator dan menjalankan empat pilar utama, yakni pilar aggregator mengintegrasikan pengusaha UMKM dalam satu klaster untuk mencapai skala ekonomi dan efisiensi produksi.

Selanjutnya, kata dia, adalah pilar inkubasi untuk memberikan pendampingan, pembinaan dan penguatan kapasitas kepada usaha mikro dan kecil untuk naik kelas, serta pilar pemasaran untuk memperluas akses pasar domestik dan internasional dengan menjamin kontinuitas dan kualitas produk.

“Juga pilar pendanaan untuk membuka akses pembiayaan yang terintegrasi berbasis ekosistem untuk meminimalkan risiko,” kata Deputi Bagus.

Baca juga: Komisi VII DPR sebut serapan KUR 60 persen perkuat fondasi ekonomi

Dia menambahkan, melalui pendekatan klaster tersebut, Kementerian UMKM bertekad memastikan UMKM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung, terintegrasi, dan saling menguatkan dalam satu ekosistem yang mendorong produktivitas, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

“Dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan dari pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), swasta dan lembaga keuangan, kita dapat membangun ekosistem kemitraan yang tangguh, berdaya saing tinggi, dan mampu menembus pasar global secara berkelanjutan,” kata Deputi Bagus.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *