Tim DVI gunakan foto senyum, identifikasi korban Pesantren Al Khoziny

Tim DVI gunakan foto senyum, identifikasi korban Pesantren Al Khoziny

  • Senin, 6 Oktober 2025 10:07 WIB
  • waktu baca 2 menit
Tim DVI gunakan foto senyum, identifikasi korban Pesantren Al Khoziny
Tangkapan layar- Ketua tim sektoral untuk operasi SAR dari DVI Polda Jatim, Komisaris Polisi Navran memberikan keterangan terkait identifikasi santri korban bangunan pondok pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur yang roboh, Senin (6/10/2025) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Kalau ada foto anak korban sedang tersenyum, itu bisa membantu karena gigi terlihat jelas. Gigi adalah ciri yang bisa dibandingkan dalam proses identifikasi

Jakarta (ANTARA) – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggunakan foto korban yang sedang tersenyum sebagai salah satu metode untuk mengidentifikasi jenazah santri korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Ketua tim sektoral untuk operasi SAR dari DVI Polda Jatim Komisaris Polisi Navran mengatakan gigi menjadi salah satu data penting dalam proses identifikasi.

“Kalau ada foto anak korban sedang tersenyum, itu bisa membantu karena gigi terlihat jelas. Gigi adalah ciri yang bisa dibandingkan dalam proses identifikasi,” kata dia dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin.

selain itu DVI memanfaatkan sidik jari dan properti pribadi korban sebagai bahan pembanding dengan data antemortem dari pihak keluarga.

Baca juga: Basarnas evakuasi 54 jenazah korban Al khoziny hingga Senin dini hari

Menurut Novran, dua dari 49 orang korban meninggal yang dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya per hari ini berhasil dikenali melalui data gigi dan sidik jari.

Sementara setiap jenazah yang sulit diidentifikasi langsung diambil sampel DNA-nya untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

Berdasarkan data terkini, kata dia, DVI Polda Jatim sudah menerima 58 data antemortem dari keluarga korban dan tambahan 26 data lain yang sedang dalam proses pencocokan.

Novran yang mewakili Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim itu memastikan identifikasi dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya akurat dan dapat diterima keluarga korban.

Baca juga: Identifikasi korban Al Khoziny kesulitan akibat rusaknya sidik jari

Baca juga: DVI Polda Jatim sedang identifikasi enam jenazah Al Khoziny

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *