Asosiasi Medis Afrika Selatan Putuskan Hubungan dengan Mitra Israel

Asosiasi Medis Afrika Selatan Putuskan Hubungan dengan Mitra Israel

  • Minggu, 5 Oktober 2025 11:11 WIB
  • waktu baca 2 menit
Asosiasi Medis Afrika Selatan Putuskan Hubungan dengan Mitra Israel
Asosiasi Medis Afrika Selatan (South African Medical Association/SAMA) mengumumkan keputusannya untuk “segera menangguhkan semua hubungan profesional dan bilateral” dengan Asosiasi Medis Israel (Israeli Medical Association/IMA). ANTARA/Xinhua

Cape Town (ANTARA) – Asosiasi Medis Afrika Selatan (South African Medical Association/SAMA) mengumumkan keputusannya untuk “segera menangguhkan semua hubungan profesional dan bilateral” dengan Asosiasi Medis Israel (Israeli Medical Association/IMA).

Hal itu dilakukan terkait kekhawatiran besar atas krisis kemanusiaan di Gaza dan dugaan pelanggaran etika medis internasional.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (4/10), SAMA, yang mewakili para dokter di seluruh Afrika Selatan, mengatakan bahwa mereka juga akan mendesak penangguhan IMA dari World Medical Association (WMA).

SAMA mengatakan bahwa keputusan-keputusan ini, yang diadopsi pada 3 Oktober setelah apa yang disebutnya sebagai “konsultasi ekstensif,” mencerminkan pandangan asosiasi tersebut bahwa IMA telah gagal menegakkan “etika medis internasional dan kewajiban kemanusiaan” dalam konteks konflik itu.

Pengumuman tersebut dikeluarkan tidak lama setelah pencegatan Israel terhadap Armada Global Sumud dan penahanan para pesertanya di perairan internasional ketika mereka berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Dalam pernyataan itu, SAMA mengatakan bahwa keputusannya akan tetap berlaku hingga IMA mengambil tindakan yang dapat diverifikasi secara publik.

Hal itu termasuk menuntut pembebasan tenaga medis Palestina yang ditahan, mengecam penghancuran sistem perawatan kesehatan Gaza, menolak penggunaan kelaparan sebagai kebijakan dan blokade pasokan medis yang esensial. Kemudian juga mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan perawatan medis yang memadai bagi semua individu di bawah kendali Israel.

“Resolusi-resolusi ini mencerminkan komitmen SAMA untuk menegakkan etika medis, hak asasi manusia, dan kemuliaan pekerjaan perawatan kesehatan dalam situasi konflik,” ujar organisasi tersebut, seraya menambahkan bahwa pendiriannya sejalan dengan prinsip-prinsip WMA dan hukum kemanusiaan internasional.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Andre Rosiade Bagikan Sembako di Perumnas Indarung, Warga Sampaikan Harapan

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andre Rosiade kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyerahkan ratusan paket sembako kepada warga Perumnas Indarung, Kecamatan…

    Jaksa Muda Kejagung Batal Bersaksi, KPK Tetap Pede Pulangkan Paulus Tannos

    Jakarta – Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), R Narendra Jatna, batal hadir sebagai saksi ahli dalam sidang ekstradisi Paulus Tannos di Singapura. KPK tetap optimistis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *