IPPAFest 2025 hadirkan inovasi, karya warga binaan pemasyarakatan NTT

IPPAFest 2025 hadirkan inovasi, karya warga binaan pemasyarakatan NTT

  • Minggu, 10 Agustus 2025 07:45 WIB
  • waktu baca 2 menit
IPPAFest 2025 hadirkan inovasi, karya warga binaan pemasyarakatan NTT
IPPAFest sebagai festival pemasyarakatan menampilkan inovasi, produk kreatif, teknologi, dan karya seni warga binaan dari seluruh Indonesia. (ANTARA/HO-Ditjenpas NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 turut menghadirkan karya kreatif warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari lapas dan rutan se-Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ajang IPPAFest ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan menjadi ajang promosi hasil karya WBP bagi masyarakat luas,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar Herry Achjar di Kupang, Sabtu (9/8).

IPPAFest merupakan festival pemasyarakatan terbesar di Indonesia yang menampilkan inovasi, produk kreatif, teknologi dan karya seni warga binaan dari seluruh Indonesia.

Akbar mengatakan festival itu menjadi ajang promosi produk unggulan hasil karya warga binaan yang turut dipamerkan dan dijual selama kegiatan.

“Produk hasil karya warga binaan bukan sekadar barang, tetapi buah kreativitas dan kerja keras yang layak mendapat apresiasi dan peluang pasar yang lebih luas,” katanya.

Berbagai produk unggulan WBP dari Indonesia hadir dalam IPPAFest itu, termasuk dari NTT turut meramaikan pameran ini.

Produk karya Warga Binaan dari 16 UPT Lapas, rutan, dan LPKA di NTT ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan, olahan pangan, hingga karya seni lukis.

Festival yang berlangsung di Aloha Pasir Putih, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang ini menampilkan sebanyak 7.519 produk dan 120 lukisan karya warga binaan.

Sebelumnya, Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan pentingnya inovasi, sinergi, dan integritas bagi seluruh insan pemasyarakatan.

“Kita bukan hanya mengawasi, tetapi juga membangun manusia yang lebih baik. Pemasyarakatan harus modern, humanis dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar dia.

Dengan semangat Merdeka Berkreasi, IPPAFest 2025 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Selain itu, ia mengatakan itu akan menguatkan sinergi antara pemasyarakatan dan masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pesta Miras Saat Takbir Keliling, Belasan Remaja di Cianjur Diamankan

    Cianjur – Belasan remaja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditangkap usai kedapatan pesta minuman keras (miras). Kegiatan itu dilakukan pelaku saat melakukan takbiran keliling. Para remaja tersebut awalnya terlihat sedang…

    Apa saja risiko mengubah lokasi energi menjadi medan perang?

    Fasilitas minyak dan gas di Teluk telah diserang sejak awal perang melawan Iran. Perang di Timur Tengah berubah menjadi serius ketika Israel mengebom fasilitas energi Iran, mendorong Iran untuk meningkatkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *