Ketua MPR RI gagas tur wayang di Malaysia sebagai diplomasi budaya

Ketua MPR RI gagas tur wayang di Malaysia sebagai diplomasi budaya

  • Minggu, 20 Juli 2025 18:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
Ketua MPR RI gagas tur wayang di Malaysia sebagai diplomasi budaya
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama penampil dalam Tour Wayang Santri Malaysia 2025. (ANTARA/HO-MPR RI)

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggagas tur wayang di Malaysia yang diberi nama “Tour Wayang Santri Malaysia 2025” sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Muzani menjelaskan tur tersebut menampilkan pertunjukan wayang golek santri bertajuk “Putra Satria Laras” dari Tegal, Jawa Tengah, sebagai bentuk diplomasi sekaligus hiburan bagi diaspora Indonesia di Malaysia.

“Ini adalah momentum menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus merawat ikatan sejarah dengan Malaysia. Wayang menjadi bukti bahwa dua negara serumpun bisa bersinergi melalui seni,” ujar Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut dia mengatakan wayang golek santri dipilih untuk ditampilkan karena memiliki nilai yang penuh keunikan, memadukan seni pedalangan tradisional dengan nilai-nilai Islami, serta relevan dengan masyarakat multikultural Malaysia.

“Pertunjukan wayang santri merupakan tradisi ratusan tahun lalu di tanah Jawa dari para leluhur kita dan sekarang sebagai budaya tetap hidup. Ini yang kami tunjukkan bahwa di desa-desa di Jawa banyak rakyat belajar agama untuk mengingat siapa kita, dari mana kita, dan untuk siapa kita hidup,” katanya.

Sementara itu, pagelaran tersebut akan menghadirkan legenda dalang Indonesia Ki Haryo Susilo Enthus Susmono di empat kota yakni Keraton Mbah Anang, Johor Bahru; Angsana Mall, Johor Bahru; Alamis Hotel Kuala Lumpur; dan terakhir di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Adapun penyelenggaraan Wayang Santri di Malaysia didukung penuh oleh KBRI Malaysia dan KJRI Johor Bahru.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengatakan KBRI menyambut baik inisiatif MPR RI ini sebagai bagian dari program Jembatan Budaya Indonesia dan Malaysia.

“Wayang golek santri dipilih karena relevansinya dengan masyarakat multikultural Malaysia. Kami akan memastikan acara ini menjadi momentum rekatkan diaspora Indonesia dengan saudara serumpun di Malaysia,” ujar Hermono.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Azhari
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *