
Mendukbangga: Perlu lapangan kerja memadai untuk raih bonus demografi
- Senin, 7 Juli 2025 16:23 WIB
- waktu baca 2 menit

Tantangan utama adalah memastikan bahwa penduduk usia produktif memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan pentingnya pemerintah menyediakan lapangan kerja yang memadai untuk meraih bonus demografi.
Mendukbangga Wihaji saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengemukakan pertumbuhan penduduk usia produktif yang lebih banyak daripada usia non-produktif juga perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin beragam pada era digital.
“Tantangan utama adalah memastikan bahwa penduduk usia produktif memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka,” kata Mendukbangga.
Menurutnya, masyarakat perlu memandang pembangunan sumber daya manusia seperti proses menambang emas, dimana perusahaan atau lembaga harus menjadi lokasi tambang yang mampu memberikan fasilitas atau wadah bagi para peserta belajar dan ditempa menjadi generasi terbaik bangsa.
Ia menyebutkan salah satu konsep yang berperan dalam optimalisasi bonus demografi yakni kebijakan kependudukan yang mendorong pemerintah daerah (pemda) menyusun Indikator Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK).
Baca juga: Mendukbangga: Bonus demografi bisa dituai dari pembangunan keluarga
“Tri Gatra menjadi elemen utama dalam IPBK. Tri Gatra dalam aspek kehidupan alamiah terdiri dari penduduk, sumber daya alam, dan geografis, sementara IPBK fokus pada pengendalian kuantitas penduduk dan peningkatan kualitas penduduk. IPBK menjadi fondasi strategis untuk memperkuat Tri Gatra,” ujarnya.
Konsep lain yang mendukung terwujudnya bonus demografi yakni Panca Gatra, dimana dalam aspek kehidupan sosial terdiri dari ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan ekonomi.
Dari segi ideologi, IPBK mendukung pembangunan yang sejalan dengan ideologi Pancasila, sedangkan dari aspek politik, IPBK menyediakan data dan informasi.
Baca juga: Kemendukbangga ajak remaja tingkatkan kualitas sambut bonus demografi
“Dalam aspek ekonomi IPBK mendorong perencanaan ekonomi berdasarkan data penduduk, sementara dalam aspek sosial budaya, IPBK memperhatikan aspek sosial budaya seperti kesehatan, nilai, dan norma masyarakat,” ucap Mendukbangga Wihaji.
Ia juga mengemukakan pertahanan dan keamanan informasi, persebaran penduduk, mobilitas, dan dinamika demografis dari IPBK dapat digunakan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional dan ketahanan wilayah.
“Kemendukbangga/BKKBN berperan untuk memastikan pembangunan keluarga yang berkualitas dan pembangunan kependudukan yang fokus pada manusia. Pemerintah sudah menyiapkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) untuk 20 tahun ke depan, yang kemudian disusun kembali melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan lima tahunan. Implementasinya dalam bentuk rencana aksi per tahun,” ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.
Baca juga: Kemendukbangga paparkan strategi keluarga berkualitas di forum dunia
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Manusia, kekayaan dan investasi terbesar bangsa
- 10 Juni 2025
Rekomendasi lain
Berapa harga tiket bus Rosalia Indah?
- 21 Agustus 2024
7 Cara praktis download video Instagram tanpa aplikasi
- 2 Oktober 2024
Lirik lagu “Bento” oleh Iwan Fals dan penjelasannya
- 30 Agustus 2024
Simak lirik lagu “Maju Tak Gentar”
- 31 Juli 2024
10 daerah penghasil beras terbanyak di Indonesia
- 20 September 2024
Daftar rute dan cara naik bus wisata Jakarta Explorer
- 21 Agustus 2024