Menbud: Pemerkosaan 98 tak dihapus di penulisan ulang sejarah 

Menbud: Pemerkosaan 98 tak dihapus di penulisan ulang sejarah 

  • Jumat, 4 Juli 2025 18:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
Menbud: Pemerkosaan 98 tak dihapus di penulisan ulang sejarah 
Arsip foto – Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui media di Gedung Nusantara 1 Kompeks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). ANTARA/Fitra Ashari

Tidak ada penghapusan. Jadi kita terus lanjutkan pada program penulisan ulang sejarah

Makassar (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerkosaan pada saat tragedi kerusuhan1998 tidak dihapus dalam penulisan ulang sejarah

“Tidak ada penghapusan. Jadi kita terus lanjutkan pada program penulisan ulang sejarah,” kata Fadli Zon disela menghadiri Festival Gau Maraja Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis.

Dia mengatakan mengenai hal itu pihaknya sudah menjelaskan semuanya terkait pemerkosaan tahun 1998 saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (2/7).

Menurut dia, penulisan ulang sejarah masih berlanjut meski menuai pro dan kontra. Sementara untuk penulisan ulang sejarah itu, sebanyak 130 sejarawan dan guru besar dilibatkan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Baca juga: DPR nilai penulisan ulang sejarah berkala penting agar tetap relevan

Diakui, dalam kurun 26 tahun terakhir tidak ada penulisan ulang sejarah, padahal sejarah itu sangatlah penting.

Oleh karena itu, lanjut dia, penulisan ulang sejarah tersebut tetap dilanjutkan, meski menuai pro dan kontra di lapangan.

Selain peristiwa tragedi 98, lanjut dia, tulisan purba di goa Leang-Leang juga dimasukkan dalam penulisan ulang sejarah.

“Tulisan tangan (manuscript) Leang-Leang itu sudah mendapat pengakuan dari peneliti internasional,” kata Fadli Zon.

Menanggapi hal itu, Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan pihaknya turut bangga dengan masuknya Leang-Leang dalam penulisan ulang sejarah.

Festival Budaya Gau Maraja Leang-Leang ini digelar untuk mengangkat budaya dan sejarah di daerah ini ke panggung internasional.

Baca juga: Puan ingatkan tak ada sejarah dihilangkan yang rugikan pihak tertentu

Baca juga: Menbud sebut penulisan sejarah untuk pemersatu bangsa

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Viral Truk Sumbu 3 Dikawal Anggota TNI, Kemenhub Dukung Penindakan Polisi

    Jakarta – Video yang memperlihatkan truk sumbu tiga dikawal oleh oknum anggota TNI di ruas jalan tol berujung ditindak kepolisian viral di media sosial. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai tindakan yang…

    Seskab Teddy-Gubsu Bobby Takbiran di Medan, Bagikan 5.000 Paket Sembako

    Medan – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjalani malam takbiran Idul Fitri di Medan, Sumatera Utara. Ia sempat melakukan takbiran keliling bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution. “Tadi habis diajak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *