
-
- Penulis, Rebecka Pieder, Parul Gupta & Ben Hatton
-
Telah diterbitkan
-
Waktu membaca: 4 menit
Seorang remaja berusia 16 tahun menembak mati tiga bocah dan seorang guru di sebuah sekolah dasar di negara bagian Oregon, Amerika Serikat (AS), sebelum dia tewas ditembak oleh seorang warga sipil, kata polisi.
Tersangka, yang identitasnya belum diungkap, menerobos masuk ke Sekolah Dasar Silver Rail di kota Bend pada Kamis sore dengan menembaki pintu-pintu yang terkunci, kata Kepala Kepolisian Bend, Mike Krantz.
Remaja tersebut kemudian ditembak mati oleh seorang anggota masyarakat yang “mengejarnya ke dalam sekolah dan menghadangnya”, ujar Krantz. Polisi tiba di lokasi tiga menit kemudian.
Tiga anak yang tewas masing-masing berusia lima, delapan, dan 11 tahun.
Seorang anak berusia tujuh tahun serta seorang guru berusia 54 tahun dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Belum diketahui apakah pelaku memiliki hubungan dengan sekolah tersebut.
“Kami sangat terkejut dan berduka atas tragedi yang tidak masuk akal ini,” kata Steven Cook, pejabat administrasi tertinggi di distrik sekolah setempat, dalam sebuah pernyataan.
“Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan besarnya duka yang sedang dirasakan komunitas kami.”
Lewatkan Paling banyak dibaca dan terus membaca
Paling banyak dibaca
Akhir dari Paling banyak dibaca

Sumber gambar, Reuters
Polisi mengatakan pelaku adalah remaja laki-laki berusia 16 tahun yang berasal dari wilayah setempat, namun mereka belum merilis rincian lebih lanjut mengenai dirinya maupun identitas para korban.
Polisi menerima laporan mengenai penembak aktif di Sekolah Dasar Silver Rail pada pukul 12.59 waktu setempat, kata juru bicara Kepolisian Bend, Sheila Miller, kepada para wartawan.
Panggilan pertama datang dari seseorang yang melaporkan bahwa seorang tersangka tak dikenal menembaki mobilnya menggunakan senjata api laras panjang, kata polisi.
Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan sebuah truk merah dengan sejumlah lubang bekas peluru.

Sumber gambar, Mathieu Lewis-Rolland/Getty Images
Beberapa menit kemudian, pusat layanan darurat 911 setempat menerima laporan bahwa pelaku telah memasuki area sekolah.
Polisi mengatakan pelaku menembaki kunci pintu untuk memaksa masuk ke dalam gedung.
Media lokal melaporkan bahwa sekolah tersebut memasang pintu ruang kelas baru pada 2022 yang dapat dikunci hanya dengan menggeser sebuah sakelar.
Menurut polisi, seorang warga yang menyaksikan insiden itu kemudian mengejar pelaku ke dalam sekolah dan menembaknya hingga tewas.
Tiga menit kemudian, petugas pertama tiba di lokasi. Mereka memastikan pelaku telah tewas sebelum melakukan penyisiran di seluruh area sekolah.
Gubernur Oregon, Tina Kotek, memuji warga yang “bertindak heroik” untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
“Tindakan Anda membawa beban emosional yang sangat berat, dan saya ingin Anda tahu bahwa pikiran saya juga bersama Anda,” kata Kotek dalam konferensi pers bersama sejumlah pejabat lainnya.

Seorang reporter surat kabar lokal mengatakan kepada program Today di Redaksi Radio 4 bahwa sekolah tersebut memberlakukan penguncian darurat (lockdown) selama penembakan berlangsung, dan para siswa dapat berkomunikasi dengan orang tua mereka di luar sekolah melalui Apple Watch.
Michael Kohn, wartawan surat kabar Bulletin, mengatakan insiden tersebut membuat para orang tua terkejut.
“Ini adalah sekolah lingkungan. Para orang tua sangat terguncang. Ini benar-benar sesuatu yang tidak Anda duga akan terjadi di Bend, Oregon. Ini kota pegunungan,” katanya.
Sekolah-sekolah di Bend ditutup pada Jumat. Para pejabat mengatakan komunitas setempat membutuhkan waktu untuk pulih dari peristiwa tersebut.
Menurut polisi, sekitar 450 siswa bersekolah di Silver Rail Elementary School, yang juga memiliki lebih dari 40 anggota staf dewasa.
Menurut K-12 School Shooting Database, terjadi 235 insiden penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat sepanjang tahun lalu, dan sedikitnya 140 insiden telah tercatat sejauh tahun ini.
Di Oregon, seseorang yang berusia di bawah 18 tahun tidak dapat membeli senjata api.
Namun, hukum negara bagian tersebut mengizinkan anak di bawah umur memiliki senjata api dengan izin dari orang tua atau wali mereka.
Oregon juga memperbolehkan pemindahan sementara kepemilikan senjata api kepada anak di bawah umur untuk kegiatan berburu, latihan menembak, atau tujuan lain yang sah menurut hukum.
Para pejabat belum mengungkap secara rinci jenis senjata yang digunakan dalam serangan itu maupun jumlah tembakan yang dilepaskan.

Sumber gambar, EPA
Sejumlah sumber penegak hukum mengatakan kepada CBS News bahwa tersangka menggunakan senapan laras panjang jenis shotgun.
Dalam beberapa tahun terakhir, Oregon telah mengesahkan berbagai undang-undang keselamatan senjata api.
Tetapi, menurut kelompok advokasi keselamatan senjata api Everytown for Gun Safety, tingkat kematian akibat kekerasan senjata di negara bagian itu masih mendekati rata-rata nasional Amerika Serikat, yakni 14,2 kematian per 100.000 penduduk.




