Polda Sumbar pecahkan rekor MURI pembuat randang terbanyak

Polda Sumbar pecahkan rekor MURI pembuat randang terbanyak

  • Minggu, 22 Juni 2025 20:12 WIB
  • waktu baca 2 menit
Polda Sumbar pecahkan rekor MURI pembuat randang terbanyak
Kapolda Sumbar saat membuka kegiatan Marandang dalam rangka HUT Bhayangkara, di Padang,Sumatera Barat, Minggu (22/6/2025). ANTARA/HO-Polda Sumbar

Kami ingin memperkenalkan randang bukan hanya sebagai makanan, melainkan sebagai identitas budaya yang membanggakan di ranah Minanangkabau.

Padang (ANTARA) – Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar kegiatan memasak 1.000 kilogram randang Marandang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Bhayangkara, sekaligus mencatat rekor Museum Rekor Indonesia​​​​​​​ (MURI) dengan rekor pembuat randang terbanyak oleh Bhayangkari Polri yang berjumlah 1.000 orang.

Kegiatan bertajuk Seribu Bhayangkari Marandang 1.000 Kilogram itu dilaksanakan di depan Kantor Polda Sumbar, Jalan Sudirman Kota Padang, Minggu.

“Kami ingin memperkenalkan randang bukan hanya sebagai makanan, melainkan sebagai identitas budaya yang membanggakan di ranah Minanangkabau,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta di sela acara tersebut.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan marandang itu juga menjadi perekat hubungan antara polisi, istri polisi (bhayangkari), dan masyarakat. Apalagi, lokasi acara bertempat di Jalan Sudirman ini menjadi kawasan bebas kendaraan sehingga setiap akhir pekan ramai aktivitas masyarakat.

Baca juga: Pembagian 53 ribu roti di Makassar pecahkan rekor MURI

Baca juga: Rekor, 498 perempuan gelar “fashion show” pamerkan wastra RI

Sejak pagi hari, kata Kapolda, kawasan setempat telah disulap menjadi pusat kemeriahan serta kehangatan antara polisi dan masyarakat.

Seratus tenda didirikan oleh Polda Sumbar secara berjejer di depan kantor, masing-masing tenda diisi oleh bhayangkari yang akan memasak randang.

Pada tenda itu, bhayangkari memasak dan menyajikan total 1.000 kilogram rendang, yang menghasilkan 10.000 porsi rendang untuk disantap masyarakat.

Kapolda mengatakan bahwa acara ini menjadi simbol kuat bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang humanis, terbuka, dan inovatif.

Polda Sumbar membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat bisa dibangun melalui pendekatan budaya dan partisipatif, bukan hanya melalui penegakan hukum semata.

Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya menambahkan bahwa pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat,

“Bukan hanya sebagai pengayom, melainkan sebagai mitra yang aktif dalam membangun budaya, ekonomi, dan solidaritas,” kata Kombes Pol. Susmelawati.

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Mengapa pemilu Armenia mendapat perhatian begitu besar di luar negeri?

    Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa semuanya mempunyai kepentingan karena geopolitik menjadi pusat perhatian. Armenia sedang menuju tempat pemungutan suara. Para pemilih akan memilih antara Perdana Menteri Nikol Pashinyan, yang…

    100 hari setelah perang melawan Iran, Trump gagal menggalang dukungan AS

    Hari Minggu menandai 100 hari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun seiring dengan berlanjutnya perundingan pertempuran dan gencatan senjata, konflik tersebut tetap tidak populer di kalangan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *