Peneliti China kembangkan satelit untuk hitung emisi PLTU batu bara

Peneliti China kembangkan satelit untuk hitung emisi PLTU batu bara

  • Sabtu, 21 Juni 2025 13:16 WIB
  • waktu baca 2 menit
Peneliti China kembangkan satelit untuk hitung emisi PLTU batu bara
Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. ANTARA/Xinhua

Beijing (ANTARA) – Peneliti China mengembangan satelit penginderaan jarak jauh untuk menghitung emisi pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar dari batu bara.

Secara global, pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbang hampir 50 persen dari total emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil. Pembangkit listrik jenis ini merupakan komponen penting dalam estimasi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Perhitungan ilmiah yang tepat dari emisi karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara sangatlah penting.

Namun, metode perhitungan yang ada saat ini sangat bergantung pada konsumsi bahan bakar yang dilaporkan oleh pembangkit listrik dan faktor emisi karbon, yang membuat estimasi menjadi sulit untuk dibandingkan dan diverifikasi. Teknologi satelit pengindraan jauh yang ada saat ini juga dapat menimbulkan kesalahan inversi hingga 50 persen karena gangguan latar belakang dan ketidakstabilan atmosfer.

Tim peneliti di Institut Penelitian Informasi Kedirgantaraan (Aerospace Information Research Institute/AIR) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) mengoptimalkan algoritma dan membangun model baru ini untuk mengukur emisi CO2 dari 14 pembangkit listrik tenaga batu bara besar di seluruh dunia berdasarkan data satelit, yang secara signifikan meningkatkan akurasi inversi.

Menurut makalah terbaru tim tersebut di Journal of Cleaner Production, model baru ini menyediakan sarana yang objektif dan efektif untuk verifikasi emisi karbon dari sumber-sumber utama dunia, serta menawarkan dasar ilmiah untuk audit perdagangan karbon dan kalibrasi kebijakan pengurangan emisi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pegawai SPPG Diangkat PPPK, Dosen UMY: Ciderai Rasa Keadilan

    RENCANA pemerintah untuk mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 memicu kritik.  Kebijakan…

    Di WEF Davos, Prabowo Klaim MBG Ciptakan 600 Ribu Pekerjaan

    PRESIDEN Prabowo Subianto membanggakan proyek makan bergizi gratis atau MBG ketika berpidato di World Economic Forum Annual Meeting 2026, di Davos, Swiss. Menurut Prabowo, program yang ia unggulkan sejak masa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *