Rupiah berpotensi menguat seiring ekonomi AS alami tekanan

Rupiah berpotensi menguat seiring ekonomi AS alami tekanan

  • Rabu, 4 Juni 2025 09:21 WIB
  • waktu baca 2 menit
Rupiah berpotensi menguat seiring ekonomi AS alami tekanan
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar/aa.

Jakarta (ANTARA) – Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi menguat seiring ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan.

Tercatat, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS pada bulan April mencapai 7,39 juta dari perkiraan 7,2 juta. Adapun data Factory Orders (month to month) pada bulan yang sama menurun jadi -3,7 persen dari perkiraan 3,4 persen.

“Data ekonomi AS yang dirilis semalam muncul beragam. Data pesanan pabrik mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan data jumlah lowongan pekerjaan AS dirilis lebih bagus dari proyeksi, Menunjukkan penambahan jumlah lowongan di tengah kemerosotan ekonomi AS akibat kenaikan tarif impor,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Hasil ini dinilai menunjukkan ekonomi AS mengalami atau belum lepas dari tekanan, sehingga mendorong pelemahan dolar AS.

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp16.300 per dolar AS

Baca juga: IDRX suarakan kedaulatan rupiah di forum keuangan digital global

Apalagi, lanjut dia, isu fiskal dimana defisit akan meningkat dan utang AS akan dinaikkan lagi, menambah beban ekonomi AS dan memberi tekanan ke dolar AS.

“Rupiah bisa menguat atau paling tidak masih konsolidasi di sekitar Rp16.200-Rp16.300 hari ini terhadap dolar AS,” ungkap Aris.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu pagi di Jakarta menguat sebesar 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.300 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.309 per dolar AS.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Puncak Perayaan Idul Fitri di Jakarta, 1.000 Bedug Bergema di Bundaran HI

    Jakarta – Sebanyak 1.000 bedug memeriahkan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dalam gelaran Jakarta Bedug Kolosal pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi salah satu puncak perayaan…

    Kapolri: Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Dua Gelombang, 24-25 dan 28-29 Maret

    Medan – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus pada kesiapan menghadapi arus balik Lebaran 2026. Jenderal Sigit memprediksi bahwa puncak arus balik tahun ini akan terbagi dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *