Jusuf Kalla: Masjid mesti bisa berperan majukan perekonomian

Jusuf Kalla: Masjid mesti bisa berperan majukan perekonomian

  • Sabtu, 17 Mei 2025 22:52 WIB
  • waktu baca 2 menit
Jusuf Kalla: Masjid mesti bisa berperan majukan perekonomian
Penandatanganan kesepahaman bersama untuk mendukung kesejahteraan ekonomi dan sosial umat Islam antara DMI, Kemendikdasmen, Kementerian ATR/BPN, dan Kemenaker di Jakarta pada Sabtu (17/5/2025). ANTARA/HO-Dewan Masjid Indonesia.

Kita harus lebih perkuat lagi karena kelemahan umat Islam bukan keimanan, ibadah dan pengetahuan, melainkan kita lemah dari ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengingatkan agar masjid bisa memaksimalkan fungsi dan perannya dalam memajukan perekonomian masyarakat saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Halal Bihalal DMI di Jakarta pada Sabtu.

“Memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid itu adalah misi kita. Kita harus lebih perkuat lagi karena kelemahan umat Islam bukan keimanan, ibadah dan pengetahuan, melainkan kita lemah dari ekonomi,” kata JK.

Rakernas dan halal bihalal tersebut juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, serta perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) sekaligus menandatangani kesepahaman bersama untuk mendukung kesejahteraan ekonomi dan sosial umat Islam.

“Kita ajak Mendikdasmen karena kita ingin membuat satu masjid satu perpustakaan. Kita ingin mengurangi ketergantungan anak-anak bermain gawai dengan literasi,” ujar dia.

Baca juga: JK ingatkan ekonomi Islam tidak boleh monopoli dan spekulatif

Selain perpustakaan, JK juga telah meminta setiap masjid memiliki PAUD sebagai upaya membangun generasi muda Islam yang lebih baik dan memiliki dasar Islam.

Sementara itu, kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dilakukan untuk menyelesaikan administrasi tanah-tanah wakaf agar tidak terjadi sengketa antara pengurus masjid dengan keluarga pemberi wakaf.

“Banyak kasus tiba-tiba jadi sengketa karena ingin diambil alih oleh ahli waris,” ucapnya.

Sedangkan dengan Kemenaker, DMI akan bersinergi untuk mencetak tenaga kerja yang siap kerja melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan.

“Mari kita cetak tenaga kerja yang tidak hanya terlatih, tetapi juga religius,” tuturnya.

Baca juga: AQUA gandeng DMI terjunkan truk edukasi ke 50 masjid

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    AS menyetujui kesepakatan senjata senilai $16,5 miliar dengan negara-negara Teluk di tengah meningkatkan ketegangan Iran

    Kesepakatan yang diusulkan mencakup penjualan drone, rudal, dan radar untuk negara-negara Teluk, termasuk UEA, Kuwait, dan Yordania. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui kesepakatan penjualan senjata senilai $16,5 miliar…

    Mengapa maskapai penerbangan tertunda selama penutupan pemerintah AS?

    Sejak tanggal 14 Februari, Amerika Serikat mengalami penutupan sebagian pemerintahan, yang berdampak pada satu departemen yang luas: Keamanan Dalam Negeri. Departemen Keamanan Dalam Negeri, atau DHS, telah terperosok dalam pertarungan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *