850 personel TNI-Polri disiagakan amankan proses perdamaian di Mulia

850 personel TNI-Polri disiagakan amankan proses perdamaian di Mulia

  • Senin, 12 Mei 2025 01:47 WIB
  • waktu baca 2 menit
850 personel TNI-Polri disiagakan amankan proses perdamaian di Mulia
Kapolres Puncak Jaya AKBP Ahmad Fauzan. ANTARA/HO-Polres Puncak Jaya

Perdamaian antardua kelompok pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya itu sepakat berdamai dengan melakukan proses ‘belah kayu doli’

Jayapura (ANTARA) – Kapolres Puncak Jaya AKBP Ahmad Fauzan mengatakan sebanyak 850 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan proses perdamaian secara adat yang dilakukan dua kelompok masyarakat di Mulia Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, yang bertikai terkait pilkada.

“Memang benar anggota yang disiagakan untuk pengamanan perdamaian yang dilakukan sesuai tradisi masyarakat yakni belah kayu 'Doli' tercatat 850 orang,” kata Kapolres Ahmad Fauzan kepada ANTARA, Minggu.

Perdamaian antardua kelompok pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya itu sepakat berdamai dengan melakukan proses 'belah kayu doli' yakni membelah kayu, kata Kapolres.

Dihubungi dari Jayapura, Kapolres Puncak Jaya mengatakan, prosesi perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai itu akan dihadiri Gubernur, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Kapolda Papua Tengah serta Danrem 173/PVB.

Berbagai kesiapan saat ini dilakukan termasuk kesiapan anggota TNI-Polri dalam melakukan pengamanan.

Saat ini situasi keamanan relatif kondusif dan untuk memberikan rasa aman, personel TNI-Polri melakukan patroli dialogis.

“Kami saat melaksanakan patroli tidak henti-hentinya meminta dan mengajak masyarakat agar ikut serta menjaga keamanan dan tidak melakukan aksi saling menyerang,” katanya.

Mahkamah Konstitusi dalam sidang putusan Senin (5/5) menolak Permohonan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati Dan Wakil Bupati Puncak Jaya.

Pasangan Yuni Wonda-Mus Kogoya mendapat suara terbanyak dengan 77.296 suara sedangkan perolehan suara pasangan Miren Kogoya-Mendi Wonerengga tercatat 65.787 suara.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Anthropic mendesak laboratorium AI untuk berhenti sejenak, memperingatkan manusia berisiko kehilangan kendali

    Anthropic menganjurkan agar perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan terkemuka di dunia menemukan cara terkoordinasi untuk menghentikan pengembangan sistem AI yang canggih, dan memperingatkan bahwa teknologi berkembang begitu cepat sehingga ada risiko manusia…

    Hakim membatalkan larangan Trump mengenai suaka dan pemrosesan visa untuk 39 negara

    Hakim mengatakan hal tersebut menempatkan kehidupan para imigran dalam ‘kebingungan hukum yang tidak dapat ditentukan’, yang dilatarbelakangi oleh ‘sentimen anti-imigran’. Seorang hakim federal telah menyerang bertindak menyeluruh diberlakukan oleh pemerintahan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *