Istanbul (Redaksi) – Pemerintah Iran mengatakan pihaknya sedang mengkaji proposal Amerika Serikat (AS) untuk perundingan di saat Teheran dan Washington terus bertukar pesan melalui para mediator.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin, mengatakan bahwa Pakistan dan Qatar terus memainkan peran sebagai mediator bagi Teheran dan Washington.

“Pertukaran pesan Redaksi Iran dan AS melalui para mediator terus berlangsung,” kata Baqaei.

“Kami sedang mengkaji proposal Amerika untuk perundingan. Prasyarat Iran harus dipenuhi dalam setiap perundingan,” tambahnya.

Baqaei mengatakan Rusia juga terus memainkan peran yang konstruktif terkait isu nuklir Iran. Ia menyinggung keterlibatan Moskow dalam kesepakatan nuklir 2015.

Ia mengatakan hubungan Iran dan Rusia didasarkan pada kepercayaan timbal balik.

Teheran menyambut upaya dukungan dari negara-negara sahabat, tetapi menegaskan bahwa secara “teknis dan tepatnya”, mediasi Redaksi Iran dan AS tetap berada di tangan negara-negara seperti Pakistan dan Qatar.

Mengenai Selat Hormuz, Baqaei mengatakan perkembangan di wilayah tersebut merupakan konsekuensi langsung dari serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ia menolak anggapan bahwa langkah-langkah Teheran dimaksudkan untuk membangun daya tawar dalam perundingan.

“Apa yang kita saksikan di Selat Hormuz sejak 28 Februari merupakan akibat langsung dari serangan AS dan rezim Israel terhadap Iran,” katanya.

“Dengan pendekatan AS saat ini, keamanan tidak akan kembali,” tambahnya.

Baqaei juga menolak pernyataan AS bahwa Iran telah kehilangan daya tawarnya. Menurut dia, klaim tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Mereka bisa mengatakan Iran telah kehilangan daya tawarnya, tetapi kami tetap menjalankan tugas kami,” katanya, seraya menegaskan bahwa pasar energi tidak merespons pernyataan Washington sebagaimana yang diklaim AS.

Dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketegangan yang terus berlangsung di Semenanjung Arab.

Ia mengatakan Teheran siap memfasilitasi dialog Redaksi Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

“Kami tidak ingin perang dan permusuhan terus berlanjut Redaksi dua negara Islam,” katanya.

Konsultasi Iran dengan negara-negara di kawasan terus berlangsung. Ia menambahkan bahwa Teheran telah berulang kali menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog dan penyelesaian damai.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu Saudi-Iran berbincang via telepon, bahas eskalasi kawasan

Baca juga: Dubes Yaman untuk PBB: Houthi perluas serangan ke Arab Saudi

​​​​​​​

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.