Arighi nilai sulit melawan Foreign Stars dalam IBL All-Star 2025

IBL

Arighi nilai sulit melawan Foreign Stars dalam IBL All-Star 2025

  • Minggu, 4 Mei 2025 04:39 WIB
  • waktu baca 1 menit
Arighi nilai sulit melawan Foreign Stars dalam IBL All-Star 2025
Pebasket Pelita Jaya Jakarta Muhamad Arighi, di sela pertandingan antara Indonesian Stars melawan Foreign Stars, dalam IBL All-Star 2025, di Britama Arena Jakarta, Sabtu (3/5/2025). ANTARA/Donny Aditra

Jakarta (ANTARA) – Pebasket Pelita Jaya Jakarta yang memperkuat Indonesian Stars, Muhamad Arighi, menilai melawan Foreign Stars yang diiperkuat para pemain asing dalam IBL All-Star 2025, lebih sulit dibandingkan edisi para bintang sebelumnya.

Menurut dia, kualitas permainan tim asing ini sangat tinggi sehingga standar bermain juga berbeda dengan sebuah klub, yang hanya diisi dua atau tiga pemain asing.

“Seru, apalagi semua pemain asing berada di dalam lapangan, jadi ya beda rasanya kalau main di IBL yang mungkin ada dua atau tiga asing saja, makanya jadi pengalaman yang bagus sekaligus menantang,” kata guard itu di Britama Arena, Jakarta, Sabtu malam tadi.

Ia menilai kualitas tim yang dihadapinya dua kali lipat dibandingkan biasanya.

Baca juga: Tim Gisella tekuk Gading cs dalam IBL Celebrity Game 2025

“Ini adalah game all-star, tetapi tekanannya jauh berbeda dibandingkan biasanya,” ujar pemain berusia 26 tahun itu.

Muhamad Arighi sudah tiga kali masuk IBL All-Star.

Dua edisi sebelumnya pada 2023 dan 2024, pemain bertinggi badan 1,82 meter itu tergabung dalam Tim Future.

Baca juga: Prosper jadi pemain lokal terbaik dalam laga lawan Foreign Stars ​​​​​​​

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *