Jakarta (Redaksi) – Bau asap rokok di dalam rumah terkadang tidak mudah hilang meski jendela sudah dibuka atau pengharum ruangan sudah digunakan. Pasalnya, asap rokok tidak hanya tertinggal di udara, tetapi juga dapat menempel pada berbagai permukaan dan bahan seperti karpet, tirai, sofa hingga pakaian.
Residu yang tertinggal tersebut dikenal sebagai thirdhand smoke. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), bahan kimia dari asap rokok dapat menumpuk pada permukaan keras dan meresap ke benda berbahan kain.
Jika rumah sudah telanjur berbau asap rokok, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk menguranginya.
Baca juga: Polusi udara ganggu tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan
1. Buka jendela dan pintu
Langkah pertama adalah meningkatkan sirkulasi udara. Buka jendela dan pintu yang memungkinkan agar udara dari dalam rumah dapat berganti dengan udara luar.
Kipas atau exhaust fan juga bisa digunakan untuk membantu mengeluarkan udara dari ruangan. Namun, ventilasi hanya membantu mengurangi bau dan paparan asap, bukan menghilangkan seluruh residunya.
2. Cuci tirai dan kain yang terkena asap
Tirai, sarung bantal, selimut dan pakaian dapat menyerap bau rokok. Karena itu, barang-barang berbahan kain sebaiknya dicuci secara menyeluruh.
Untuk benda yang tidak bisa langsung dicuci, seperti sofa atau kasur, bersihkan sesuai petunjuk perawatan materialnya.
3. Bersihkan karpet dan sofa
Karpet dan sofa menjadi tempat yang mudah menyimpan residu asap rokok. Bersihkan permukaannya secara menyeluruh menggunakan penyedot debu, kemudian lakukan pembersihan sesuai jenis materialnya.
Untuk kondisi yang sudah parah, jasa pembersihan profesional bisa menjadi pilihan.
4. Lap dinding dan permukaan keras
Jangan hanya membersihkan lantai. Meja, pintu, lemari, dinding dan permukaan keras lainnya juga dapat menjadi tempat menempelnya residu asap rokok.
Gunakan cairan pembersih yang sesuai dengan material permukaan dan lakukan pembersihan secara menyeluruh. Pembersihan rutin dapat membantu mengurangi residu yang menempel.
Baca juga: Asap rokok dan vape sebabkan gangguan pernapasan pada anak
5. Bersihkan atau ganti filter AC
Jika rumah menggunakan AC, periksa kondisi filternya. Filter yang kotor dapat menyimpan berbagai partikel sehingga perlu dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk produsen.
Sistem ventilasi juga sebaiknya diperiksa dan dirawat secara berkala agar dapat bekerja dengan baik.
6. Gunakan air purifier
Air purifier dengan filter HEPA dapat membantu membersihkan sebagian partikel dari udara dalam ruangan. EPA menyebut penyaringan udara dapat menjadi pelengkap ventilasi dan pengendalian sumber polusi.
Namun, alat ini bukan solusi tunggal untuk bau asap rokok karena tidak dapat menghilangkan seluruh zat pencemar yang sudah menempel pada permukaan rumah.
7. Hentikan aktivitas merokok di dalam rumah
Cara paling efektif untuk mencegah bau kembali adalah tidak merokok di dalam rumah.
CDC menyebut tidak merokok atau membiarkan orang lain merokok di dalam rumah merupakan cara terbaik untuk melindungi penghuni dari paparan asap rokok. Membuka jendela, menggunakan kipas atau air purifier saja tidak cukup untuk menghilangkan paparan tersebut.
Jadi, jika bau asap rokok sudah telanjur menempel, jangan hanya mengandalkan pengharum ruangan. Bersihkan sumber residunya, mulai dari kain, karpet, sofa hingga permukaan rumah.
Untuk rumah yang sudah lama menjadi tempat merokok dan memiliki bau sangat kuat, residu dapat masuk lebih dalam ke material bangunan sehingga proses pembersihannya mungkin membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh.
Baca juga: 7 cara menghilangkan bau rokok dari ruangan
Baca juga: Ketika asap menyimpan jejak
Baca juga: Asap rokok picu kolonisasi bakteri penyebab pneumonia di saluran napas
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.