Jakarta (Redaksi) – Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia Witjaksono Adji mengungkapkan bahwa pembebasan para WNI ABK MT Honour 25 dilakukan melalui operasi bersenjata pada akhir September lalu.

Menurut Dubes, informasi dari jejaring setempat awalnya menyebut personel militer negara bagian Puntland di Somalia melakukan operasi pembebasan sandera di kapal lain yang juga dibajak perompak, dan tidak ada tanda-tanda operasi serupa dilakukan untuk MT Honour 25.

“Tetapi, informasi yang kemudian kami terima justru menyebut operasi penyerangan sudah dilakukan untuk membebaskan para ABK di MT Honour 25,” kata Dubes Witjaksono saat ditemui usai serah terima para ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa.

Witjaksono mengkonfirmasi operasi penyelamatan tersebut berlangsung pada 29 September. Para WNI kemudian menjalani pemulihan di Puntland sebelum pemulangan ke tanah air.

Ia mengakui informasi soal operasi penyelamatan tersebut pada awalnya sangat simpang siur, bahkan tersiar kabar yang menyebut ada WNI yang menjadi korban dalam operasi tersebut.

Akan tetapi, informasi valid akhirnya disampaikan langsung kepadanya oleh sang kapten kapal, Ashari Samadikun (34), yang memastikan semua ABK WNI di MT Honour 25 selamat.

“Kami mendapat informasi dari Kapten Ashari mengenai (ABK) yang selamat. Menurut konfirmasi dari beliau, semua ABK WNI dalam kondisi hidup, tetapi ada satu yang terluka,” ujarnya.

Dubes Witjaksono menyebut WNI yang cedera tersebut terkena tembakan di kaki saat operasi penyelamatan berlangsung.

ABK WNI yang dimaksud Dubes adalah Fiki Mutakin (25) yang mengalami luka tembak di kaki kanan. Saat ketibaannya di Jakarta, kaki Fiki masih dalam proses pemulihan sehingga dirinya harus menggunakan alat bantu kursi roda.

Ia menegaskan bahwa dalam upaya membebaskan ABK WNI yang disandera, pihaknya terus mengambil langkah diplomasi dan tidak menjadikan operasi bersenjata sebagai opsi utama untuk menyelamatkan mereka.

Di samping pemerintah negara bagian Puntland yang bertanggung jawab atas wilayah laut tempat pembajakan kapal terjadi, mitra lain yang diajak berdialog oleh pihaknya adalah pemerintah pusat Somalia serta jejaring komunitas dan LSM setempat, kata Dubes.

Witjaksono pun menyampaikan rasa syukurnya bahwa keempat WNI ABK MT Honour 25 berhasil selamat dari tahanan para pembajak selama hampir enam bulan dan kini dapat bersatu kembali dengan keluarga mereka di tanah air.

Keempat WNI ABK MT Honour 25 yang tiba di Indonesia hari ini yaitu Kapten Ashari Samadikun asal Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (48) asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Kapal MT Honour 25 dilaporkan dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Disamping empat WNI, kapal tersebut dilaporkan juga diawaki 10 ABK asal Pakistan, serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar.

Baca juga: Komisi I DPR dorong percepatan pembebasan empat WNI di Somalia

Baca juga: RI negosiasi langsung dengan pembajak WNI ABK di Somalia

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.