Eurostat sebut PDB Zona Euro stagnan pada Q4 2024

Eurostat sebut PDB Zona Euro stagnan pada Q4 2024

  • Jumat, 31 Januari 2025 13:04 WIB
Eurostat sebut PDB Zona Euro stagnan pada Q4 2024
Foto yang diambil pada 30 Januari 2025 ini menunjukkan kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman. (ANTARA/Xinhua/Zhang Fan)

Brussel (ANTARA) – Produk Domestik Bruto (PDB) zona euro stagnan pada kuartal keempat (Q4) 2024, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, menurut estimasi cepat yang dipublikasikan oleh Eurostat pada Kamis (30/1).

Sementara itu, PDB di Uni Eropa (EU) mencatat kenaikan tipis 0,1 persen.

Pada kuartal ketiga (Q3) 2024, zona euro dan EU membukukan pertumbuhan PDB sebesar 0,4 persen.

Dalam basis tahunan, nilai PDB yang disesuaikan secara musiman naik 0,9 persen di zona euro, dan 1,1 persen di EU pada Q4 2024.

Hal ini mengikuti laju pertumbuhan masing-masing sebesar 0,9 persen dan 1,0 persen pada kuartal sebelumnya.

Estimasi awal pertumbuhan PDB tahunan pada 2024, yang didasarkan pada data triwulanan yang disesuaikan secara musiman dan kalender, menunjukkan peningkatan 0,7 persen di zona euro dan 0,8 persen di UE.

Di antara negara-negara anggota, Portugal membukukan pertumbuhan kuartalan tertinggi yakni 1,5 persen pada Q4 2024, diikuti Lithuania di angka 0,9 persen dan Spanyol sebesar 0,8 persen.

Selain itu, ekonomi Irlandia berkontraksi 1,3 persen, sementara ekonomi Jerman dan Prancis mencatat pertumbuhan negatif masing-masing sebesar minus 0,2 persen dan minus 0,1 persen pada Q4 2024.

Laju pertumbuhan secara tahunan (year on year) di sembilan negara berada di level positif, dan level negatif tercatat di tiga negara.

“Pascaguncangan energi dan inflasi, kami kembali mencatat peningkatan pada awal tahun lalu, tetapi 2024 berakhir kembali dalam mode stagnasi,” tutur Bert Colijn, kepala ekonom di ING.

Faktor-faktor utama di balik stagnasi itu di antaranya melemahnya belanja konsumen akibat inflasi susulan, tingginya inventori di sektor manufaktur, ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga, dan lingkungan ekspor yang menantang.

“Singkatnya: pelemahan terjadi di sekitar kami, sementara ekonomi-ekonomi utama terus tumbuh,” imbuh Colijn.

Foto yang diambil pada 29 Januari 2025 ini menunjukkan Gedung Berlaymont, kantor pusat Komisi Eropa, di Brussels, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo)

Menanggapi hal itu, para pembuat kebijakan menyesuaikan kebijakan moneter. Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kembali menurunkan suku bunga, sementara Komisi Eropa pada Rabu (29/1) meluncurkan Kompas Daya Saing (Competitiveness Compass), yang terinspirasi oleh strategi ekonomi eks perdana menteri Italia dan mantan presiden ECB Mario Draghi.

Colijn memprediksi stagnasi ekonomi akan berlanjut hingga memasuki kuartal pertama (Q1) 2025, tetapi dirinya memperkirakan permintaan domestik akan memacu kembali pertumbuhan secara bertahap nanti pada tahun yang sama.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *