Pendaki nilai gerakan Pramuka penting untuk usia dini

Pendaki nilai gerakan Pramuka penting untuk usia dini

  • Jumat, 24 Januari 2025 04:02 WIB
Pendaki nilai gerakan Pramuka penting untuk usia dini
Pendaki Indonesia Putri Handayani, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Kamis (23/1/2025) malam. ANTARA/Donny Aditra

Jakarta (ANTARA) – Pendaki Indonesia Putri Handayani mengatakan Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) sangat penting untuk pendidikan non-formal anak usia dini guna meningkatkan berbagai macam kemampuan.

Menurut dia, Pramuka sangat bagus melatih daya beradaptasi anak terhadap lingkungan, mengembangkan karakter atau kepemimpinan, disiplin, percaya diri, dan kekuatan tubuh.

“Di alam itu banyak yang bisa dipelajari, bukan cuma hard skill atau pengetahuannya, tetapi mental dan karakternya, mulai dari empati dan disiplin,” kata Putri di Jakarta, Kamis malam.

Ia menjelaskan, kegiatan positif seperti itu harus didukung orang tua, khususnya bagi anak perempuan, karena bermanfaat untuk tumbuh kembang anak yang seimbang, baik dari sisi peningkatan nalar atau pengetahuan, maupun keterampilan sosial, dan penguatan mental.

Baca juga: Putri Handayani ungkap tiga kunci sukses jadi pendaki

“Terkadang memang bukannya orang tua tidak mendukung atau tidak mau, tetapi tidak mempunyai kemampuan dan kenyamanan di alam, sehingga anak juga terikut,” kata dia.

Putri mengungkapkan sejak 2016 sudah menggagas lembaga bernama Jelajah Putri.

Lembaga itu saat ini sedang mempersiapkan sekolah non-formal, khusus mengedukasi anak-anak di kaki pegunungan di Indonesia, guna belajar memadukan ilmu pengetahuan dengan kegiatan luar ruangan (outdoor).

Misi edukasi itu ingin mengembangkan science, technology, engineering, art, dan mathematics (STEAM) Discovery Camps, bagi anak-anak.

Baca juga: Putri Handayani sebut Gunung Denali tantangan terberatnya

Rencananya, tambah dia, pada kuartal ketiga tahun ini, wadah pendidikan itu akan diluncurkan.

Putri adalah pendaki yang tengah mengejar cita-cita menjadi perempuan pertama peraih predikat The Explorer’s Grand Slam di Asia Tenggara.

Predikat itu diberikan kepada seseorang yang berhasil menuntaskan pendakian pada tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua, serta melakukan penjelajahan ke Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Pendaki perempuan itu tinggal menyelesaikan dua misi lagi, yaitu menaklukkan Gunung Everest dan Kutub Utara, guna meraih predikat tersebut.

Baca juga: Dua langkah lagi Putri Handayani raih The Explorer's Grand Slam

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    3 Rumah di Bogor Rusak Usai Diguyur Hujan Deras, Atap dan Dinding Jebol

    Bogor – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan tembok rumah jebol di Kemang, Kabupaten Bogor. Material dinding yang jebol kemudian menimpa rumah di bawahnya. “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan…

    Bea Cuka Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Rp 183 M

    Jakarta – Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan 3 ton sisik trenggiling yang akan dikirim ke Kamboja. Barang tersebut senilai Rp 183 miliar. “Terhadap 3.053 kilogram sisik trenggiling tersebut, ini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *