Pertamina siap ekspansi lokasi pembelian minyak jelantah sasar Bali

Pertamina siap ekspansi lokasi pembelian minyak jelantah sasar Bali

  • Rabu, 15 Januari 2025 15:06 WIB
Pertamina siap ekspansi lokasi pembelian minyak jelantah sasar Bali
Warga mengumpulkan minyak jelantah dan minyak goreng di Denpasar, Bali, Rabu (15/1/2025). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Peluang perluasan (pembelian minyak jelantah) itu ada sambil terus kami evaluasi.

Denpasar (ANTARA) – Pertamina Patra Niaga siap melakukan ekspansi lokasi pembelian minyak jelantah dari masyarakat termasuk rencananya menyasar Provinsi Bali.

“Peluang perluasan (pembelian minyak jelantah) itu ada sambil terus kami evaluasi,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi dihubungi di Denpasar, Bali, Rabu.

Adapun untuk fase awal program menyerap minyak jelantah dari rumah tangga itu baru hadir di tujuh lokasi, yakni tersebar di lima titik di Jakarta, dan masing-masing satu titik di Tangerang dan Bandung.

Tujuh lokasi tersebut merupakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah sakit dan kantor BUMN bidang minyak bumi dan gas itu di regional Jawa bagian barat.

Di tujuh titik tersebut tersedia kotak pengumpulan minyak jelantah atau UCollect Box.

Ada pun skema penjualan minyak jelantah itu, yakni masyarakat dapat mendatangi titik pengumpulan minyak jelantah yang telah ditentukan.

Masyarakat yang membawa minyak jelantah itu kemudian memindai QR Code yang tertera pada kotak tersebut menggunakan aplikasi MyPertamina, dan rencananya pengumpulan dan penukaran minyak jelantah itu dilaksanakan hingga sebelum 20 Maret 2025.

Konsumen nantinya memperoleh hasil berupa saldo dompet elektronik (e-wallet) mulai dari Rp6.000 per liter dan berkesempatan mendapatkan vocer elektronik melalui aplikasi tersebut senilai Rp25.000.

Program pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) hasil konsumsi rumah tangga dilaksanakan sejak 21 Desember 2024.

Sejak saat itu, kota UCollect sudah mengumpulkan 1.162 liter minyak jelantah.

Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi minyak goreng di sektor rumah tangga mencapai sekitar 2,66 juta ton per tahun, sehingga masih ada peluang besar menyerap minyak jelantah khususnya konsumsi rumah tangga.

Minyak jelantah telah menjadi bauran bahan baku berkelanjutan yang digunakan BUMN itu pada produk biofuel avtur atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), sehingga mendukung industri penerbangan mengurangi emisi karbon.

Baca juga: Kelola minyak jelantah, T.Care raih penghargaan “Continuum Spark”

Baca juga: Pertamina Patra Niaga lanjutkan program pengumpulan minyak jelantah

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Polisi Israel memblokir kardinal Katolik dari Makam Suci pada Minggu Palma

    Sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, Israel telah menutup tempat-tempat suci di Yerusalem karena alasan keamanan. Polisi Israel telah mencegah Kardinal Pierbattista Pizzaballa, patriark Latin Yerusalem, memasuki Gereja…

    Pemakaman diadakan untuk jurnalis Lebanon yang tewas dalam serangan Israel

    Umpan Berita Ratusan orang berkumpul di pinggiran selatan Beirut untuk menghadiri pemakaman tiga jurnalis Lebanon, Ali Shoeib, Fatima Ftouni dan saudara juru kameranya Mohammed. Semuanya terbunuh dalam serangan Israel terhadap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *