China ciptakan bendera pertama yang dapat berkibar di permukaan Bulan

China ciptakan bendera pertama yang dapat berkibar di permukaan Bulan

  • Kamis, 9 Januari 2025 11:06 WIB
China ciptakan bendera pertama yang dapat berkibar di permukaan Bulan
Gambar panoramik yang diluncurkan Badan Antariksa Nasional China pada 4 Juni 2024 yang diambil melalui wahana pendarat Chang’e-6, menunjukkan permukaan Bulan. ANTARA/HO-CNSA

Jakarta (ANTARA) – Tim ilmuwan China sedang mengeksplorasi fisibilitas gagasan yang diajukan oleh para siswa sekolah dasar, yakni menciptakan bendera yang dapat berkibar di Bulan yang hampa udara.

Di Laboratorium Eksplorasi Antariksa Dalam (Deep Space Exploration Lab/DSEL) China, tim peneliti dari Beijing dan Provinsi Anhui di China timur menjalin kolaborasi guna mengembangkan muatan (payload) untuk misi Chang'e-7, yang terinspirasi oleh kreativitas para siswa asal Changsha, Provinsi Hunan, China tengah, seperti dilansir CCTV pada Rabu (8/1).

Muatan ini, yang merupakan proyek penjangkauan ilmiah, akan mendampingi wahana antariksa Chang'e-7 ke kutub selatan Bulan, dengan tujuan untuk menggunakan interaksi medan elektromagnetik guna memungkinkan bendera tampak berkibar di Bulan, ujar Zhang Tianzhu, wakil direktur institut penelitian teknologi masa depan DSEL.

“Kita tahu (bahwa) di Bulan, ketiadaan atmosfer menciptakan ruang hampa udara, sehingga membuat bendera sulit untuk berkibar seperti di Bumi,” urai Zhang.

“Para siswa mengusulkan agar kami merancang kawat loop tertutup pada permukaan bendera itu, memungkinkan (terciptanya) arus dua arah. Interaksi medan elektromagnetik akan memungkinkan bendara itu berkibar,” ujarnya.

“Jika berhasil, ini akan menjadi bendera pertama yang berkibar di permukaan Bulan,” tutur Zhang, sembari menambahkan bahwa proyek muatan penjangkauan ilmiah ini diperkirakan rampung pada Februari.

Zhang menuturkan bahwa inisiatif ini akan meningkatkan pemahaman kaum muda China perihal upaya negara itu di bidang antariksa serta memantik minat dan antusiasme mereka untuk nantinya berkarier di bidang kedirgantaraan.

Pada 2024, misi Chang'e-6 China berhasil menyelesaikan misi membawa pulang sampel pertama dari sisi jauh Bulan.

Tahun ini, pengembangan misi-misi lanjutannya, Chang'e-7 dan Chang'e-8, di bawah proyek eksplorasi Bulan China tahap keempat, mencatat kemajuan stabil.

Misi Chang'e-7, yang dijadwalkan akan diluncurkan sekitar tahun 2026, bertujuan untuk mencari bukti keberadaan air atau es di kutub selatan Bulan.

Selain itu, tim peneliti juga memajukan proses validasi untuk misi Chang'e-8 dan proyek-proyek Stasiun Penelitian Bulan Internasional (International Lunar Research Station/ILRS) berikutnya.

Wahana antariksa Chang'e-8 akan diluncurkan sekitar tahun 2028 untuk melakukan sejumlah eksperimen terkait pemanfaatan sumber daya Bulan.

Per 2035, Chang'e-7 dan Chang'e-8 diharapkan akan membentuk model dasar ILRS, yaitu sebuah pusat untuk para insinyur, sebuah laboratorium untuk para ilmuwan, dan tempat lahirnya talenta-talenta antariksa dalam internasional, menurut Zhang.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu Kanada: NATO Tidak Pernah Lebih Penting daripada Saat Ini

    Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Anita Anand mengatakan aliansi NATO yang “tangguh” dapat mengatasi kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain itu, NATO tetap penting untuk…

    Hakim Alihkan Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

    Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan pengalihan penahanan mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dari tahanan Rutan menjadi tahanan rumah. Pengalihan penahanan terhadap Nadiem ini mulai berlaku besok.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *