Pesawat Rusia mendarat darurat di Mesir akibat kerusakan mesin

Pesawat Rusia mendarat darurat di Mesir akibat kerusakan mesin

  • Sabtu, 4 Januari 2025 16:00 WIB
Pesawat Rusia mendarat darurat di Mesir akibat kerusakan mesin
Sebuah pesawat penumpang Rusia pada Jumat (3/1/2025) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Mesir tak lama setelah lepas landas akibat kerusakan teknis. /ANTARA/Anadolu/py

Kairo (ANTARA) – Pesawat penumpang Rusia pada Jumat (3/1) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Mesir tak lama setelah lepas landas akibat kerusakan teknis.

Pesawat Ural Airlines Airbus A-321 yang sedang dalam perjalanan menuju Yekaterinburg, Rusia, dengan membawa 236 penumpang, harus kembali ke Bandara Sharm el-Sheikh, menurut pernyataan Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa kerusakan teknis pada salah satu mesin muncul sekitar 10 menit setelah lepas landas.

Pilot segera meminta izin untuk pendaratan darurat kepada pengendali lalu lintas udara.

Setelah mendarat dengan selamat, “seluruh penumpang dipindahkan dengan aman ke terminal internasional,” tambah pernyataan itu.

Tim ahli segera melakukan investigasi untuk mencari penyebab kerusakan dan memulai perbaikan yang diperlukan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pesawat tabrak bangunan di California tewaskan satu orang, lukai 15
Baca juga: Seoul amankan rekaman suara dari alat perekam kokpit pesawat Jeju Air

Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Irlandia memberlakukan larangan perjalanan terhadap Menteri Israel Ben-Gvir dan Smotrich

    Pendeta Tao asal Irlandia Martin mengatakan para menteri sayap kanan telah menunjukkan ‘keinginan untuk melihat penghapusan warga Palestina dari Palestina’. Irlandia telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir dan…

    Dampak Washington mengurangi pemrosesan visa di seluruh Afrika

    Amerika Serikat berencana untuk memusatkan pemrosesan visa di seluruh Afrika, mengurangi jumlah kedutaan dan konsulat yang menangani permohonan visa dari sekitar 50 lokasi menjadi sekitar 20 lokasi, menurut memo internal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *